Wakil Bupati Sleman, Danang Maharja, SE menyerahkan ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia kepada Peneliti WMP Yogyakarta, dr. Eggi Arguni, MSc, PhD, SpA pada seremoni penarikan ember Si Wolly Nyaman 28/01/2022
Wakil Bupati Bantul, Joko B. Purnomo meresmikan Wolbachia Wis (sudah) Masuk Bantul, sebagai program pelengkap pengendalian DBD di kabupaten tersebut pada 21 Oktober 2021.
Kasie P2PM Dinkes Bantul, dr. Budi Nur Rokhmah, MH (kanan) dan Winda Ayu Ratna Fury, Amd.Keb melihat secara langsung jentik dan pupa Aedes aegypti ber-Wolbachia saat Training of Master Trainers yang diadakan pada 10-15 November 2021.
WMP Yogyakarta memberikan mentoring secara offline di Lab Entomologi dan Diagnostik WMP Yogyakarta kepada Dinas Kesehatan Bantul pada 25 November 2021.
Dinas Kesehatan Bantul mempraktikkan cara menuang air, pakan, dan telur nyamuk ber-Wolbachia ke dalam ember yang akan dititipkan di rumah Orang Tua Asuh kepada peserta Training of Trainers dari tingkat Kapanewon dan Puskesmas yang dilaksanakan pada 21-24 Desember 2021.
Dinkes Bantul bersama Puskesmas, Kapanewon, dan WMP Yogyakarta melakukan audiensi di tingkat kalurahan yang terlibat dalam Program WoW Mantul!! pada 5-25 Januari 2022.
Hasil uji efikasi Wolbachia yang menunjukkan pengurangan kasus dengue di Kota Yogyakarta, sebesar 77% telah dipublikasikan oleh jurnal terkemuka dunia, The New England Journal of Medicine.
Hasil penelitian menunjukkan efektivitas Wolbachia menurunkan 77% kasus kejadian dengue di daerah intervensi di Kota Yogyakarta.

Yogyakarta

Metode Wolbachia Efektif Menurunkan 77% Kejadian Dengue dalam Penelitian Randomized Controlled Trial (RCT) di Yogyakarta, Indonesia

World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta, kerja kolaborasi antara World Mosquito Program-Monash University, Universitas Gadjah Mada, dan Yayasan Tahija, telah mengumumkan hasil akhir penelitian RCT di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Wolbachia efektif menurunkan 77% kejadian dengue di daerah intervensi (yang mendapatkan intervensi Wolbachia), dibandingkan dengan daerah kontrol di Kota Yogyakarta.

Penelitian RCT yang dimulai pada 2017 tersebut, menyasar 35 dari 45 kelurahan di Kota Yogyakarta dengan populasi 312.000 penduduk. Pelepasan telur nyamuk ber-Wolbachia di Kota Yogyakarta mendapat penerimaan yang baik dari masyarakat, dan teknologi Wolbachia aman bagi manusia dan lingkungan. Hasil rinci dari penelitian ini akan dipresentasikan pada International Scientific Congress dan dipublikasikan di jurnal ternama pada akhir tahun ini.

 


 BERITA WMP Yogyakarta

Diakui Jurnal Kesehatan Dunia, Metode Wolbachia Berhasil Turunkan 77% Kasus DBD