Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi melakukan proses pemberian makan nyamuk (bloodfeeding) pada kunjungannya di insektarium EDP-Yogya
Melinda Gates berjalan bersama tokoh masyarakat Kelurahan Kricak di wilayah penelitian EDP Yogya di Kelurahan Kricak
Ketua Pembina Yayasan Tahija, dr. Sjakon G. Tahija bersama dr. Shelley L. Tahija menyerahkan ember berisi telur nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia secara simbolis kepada warga Kelurahan Cokrodiningratan Jumat, 7 April 2017
Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kepala Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta, drg. Pembayun Setyaning Astutie memberi makan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di insektarium EDP Yogya, Selasa (14/2)
Mentri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, mengamati proses bloodfeeding (memberi makan nyamuk) yang dilakukan oleh Prof. dr. Adi Utarini pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Solo.
dr. Sjakon Tahija dari Yayasan Tahija dan Muhammad Dimyati dari Kemnristek mengangkat ERC (Egg Release Container) pada peletakan perdana telur nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di Kota Yogyakarta
Perawat EDP Yogya mencari tempat tinggal pasien demam yang berobat di Puskesmas menggunakan aplikasi peta yang yang terinstal di perangkat pintar
Galih, salah seorang peserta Winter Corse 2018 mencoba memberi makan nyamuk dengan darahnya saat berkunjung ke Insektarium EDP Yogya Rabu (24/1)
Staf EDP Yogya menunjukkan telur nyamuk yang dititipkan di tempat-tempat terpilih pada acara update kasus DBD yang diadakan oleh Puskesmas Banguntapan 3.
EDP Yogya bekerjasama dengan Pemerintah Kelurahan Sorosutan membuat pesan tentang kesehatan melalui seni mural. Metode serupa telah dilaksanakan terlebih dahulu di Kelurahan Kricak, Suryatmajan dan Bener.
Staf EDP Yogya jamming menari dengan anggota Komunitas Nalitari pada Wolly Mubeng Jogja, Jumat 23 Maret 2018

Yogyakarta

Demam berdarah pertama kali dilaporkan terjadi di dua provinsi dari 29 provinsi di Indonesia pada tahun 1968. Saat ini demam berdarah telah menyebar di semua provinsi dan menjadi endemik di kota besar maupun kecil.

Pada Januari 2014, Eliminate Dengue Indonesia telah melepas nyamuk ber-Wolbachia di beberapa komunitas di Yogyakarta, kota padat penduduk yang merupakan daerah endemis demam berdarah. Tujuan pelepasan ini adalah untuk mengembangbiakkan Wolbachia di antara populasi nyamuk lokal sehingga memiliki kemampuan untuk mengurangi penularan demam berdarah pada manusia.

Pelepasan nyamuk ber-Wolbachia dilakukan setelah dua tahun masa persiapan bersama masyarakat dan mendapat ijin dari pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan dukungan masyarakat dan persetujuan pemerintah, kami berharap bisa mengembangkan metode Wolbachia yang murah ini pada skala yang lebih besar di seluruh kota di Indonesia.

Eliminate Dengue Indonesia adalah program penelitian bersama dipimpin oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada dan didanai oleh Yayasan Tahija (Tahija Foundation)


 BERITA EDP-Yogya

19 Puskesmas di Yogya dan Bantul Siap Sukseskan ‘AWED’

 

Mencari Surga ala Relawan Tanggap Bencana

 

We've changed and so has our name. Eliminate Dengue is now the World Mosquito Program.