Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi melakukan proses pemberian makan nyamuk (bloodfeeding) pada kunjungannya di insektarium EDP-Yogya
Melinda Gates berjalan bersama tokoh masyarakat Kelurahan Kricak di wilayah penelitian EDP Yogya di Kelurahan Kricak
Ketua Pembina Yayasan Tahija, dr. Sjakon G. Tahija bersama dr. Shelley L. Tahija menyerahkan ember berisi telur nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia secara simbolis kepada warga Kelurahan Cokrodiningratan Jumat, 7 April 2017
Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kepala Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta, drg. Pembayun Setyaning Astutie memberi makan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di insektarium EDP Yogya, Selasa (14/2)
Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, melakukan pertandingan eksibisi melawan Prof. Adi Utarini pada Invitasi "Obah Bareng EDP Yogya-WMP" pada 7 juli 2018 di Gedung Olahraga (GOR) UGM
Perawat EDP Yogya mencari tempat tinggal pasien demam yang berobat di Puskesmas menggunakan aplikasi peta yang yang terinstal di perangkat pintar
Galih, salah seorang peserta Winter Corse 2018 mencoba memberi makan nyamuk dengan darahnya saat berkunjung ke Insektarium EDP Yogya Rabu (24/1)
EDP Yogya bekerjasama dengan Pemerintah Kelurahan Sorosutan membuat pesan tentang kesehatan melalui seni mural. Metode serupa telah dilaksanakan terlebih dahulu di Kelurahan Kricak, Suryatmajan dan Bener.
Staf WMP Yogyakarta belajar meracik jamu tradisional saat berkunjung ke Komunitas Jamu Gendong Rejowinangun (J'GER) dalam kunjungan Wolly Mubeng Jogja pada Jumat, 10 Agustus 2018
Staf WMP Yogyakarta bersama petugas Puskesmas Banguntapan 3 mengamati Tanaman Obat Keluarga (TOGA) saat menjadi juri pada lomba kesehatan di Dusun Jomblangan Sabtu, 8 September 2018
Peneliti utama WMP Yogyakarta, Prof. Adi Utarini, menjadi narasumber dalam event perdana Goyang Bareng Wolbachia di Kafe IKM, UGM, pada Jumat 14 September 2018

Yogyakarta

Demam berdarah pertama kali dilaporkan terjadi di dua provinsi dari 29 provinsi di Indonesia pada tahun 1968. Saat ini demam berdarah telah menyebar di semua provinsi dan menjadi endemik di kota besar maupun kecil.

Pada Januari 2014, Eliminate Dengue Indonesia telah melepas nyamuk ber-Wolbachia di beberapa komunitas di Yogyakarta, kota padat penduduk yang merupakan daerah endemis demam berdarah. Tujuan pelepasan ini adalah untuk mengembangbiakkan Wolbachia di antara populasi nyamuk lokal sehingga memiliki kemampuan untuk mengurangi penularan demam berdarah pada manusia.

Pelepasan nyamuk ber-Wolbachia dilakukan setelah dua tahun masa persiapan bersama masyarakat dan mendapat ijin dari pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan dukungan masyarakat dan persetujuan pemerintah, kami berharap bisa mengembangkan metode Wolbachia yang murah ini pada skala yang lebih besar di seluruh kota di Indonesia.

Eliminate Dengue Indonesia adalah program penelitian bersama dipimpin oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada dan didanai oleh Yayasan Tahija (Tahija Foundation)


 BERITA EDP-Yogya

 

“Masyarakat Kelurahan  adalah bagian dari sejarah dunia!”

 

Ketika Wolly menghias tembok wilayah Kampung Bener