Wolbachia, Lawan Virusnya, Kendalikan Nyamuknya

Pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia oleh WMP Yogyakarta, selama ini tidak mempengaruhi populasi nyamuk. Hal tersebut disampaikan oleh ahli serangga WMP Yogyakarta, Warsito Tantowijoyo, Ph.D. “Pada masa pelepasan memang bertambah jumlah nyamuknya, namun tidak begitu nyata, dan setelah pelepasan populasi nyamuk akan kembali normal,” lanjutnya.

Tantangan WMP Yogyakarta yang dihadapi sebelum pelepasan nyamuk adalah concern masyarakat yang khawatir akan bertambahnya populasi nyamuk jika pelepasan dilakukan. WMP Yogyakarta menjelaskan beberapa hal hingga mendapatkan persetujuan masyarakat untuk menitipkan ember berisi telur Ae. aegypti ber-Wolbachia.

Ket. gambar: Masyarakat mengamati sampel nyamuk yang dibawa staf WMP Yogyakarta saat menyampaikan sosialisasi tentang penelitian.

Pertama, penitipan telur hanya sedikit. WMP Yogyakarta telah mengetahui gambaran populasi nyamuk di Kota Yogyakarta. Telur nyamuk yang dititipkan di rumah-rumah warga terpilih hanya sekitar 20 persen dari populasi Ae. aegypti setempat. Kedua, hanya dilakukan dalam suatu periode waktu tertentu. Pada setiap wilayah, penitipan ember dilakukan berkisar antara 9-12 kali penitipan, hingga populasi Ae. aegypti di wilayah tersebut mencapai 60%, dan penitipan pun dihentikan. Ketiga, telur yang dititipkan adalah acak jantan dan betina.Selain itu, jika Ae. aegypti jantan ber-Wolbachia kawin dengan betina tanpa Wolbachia, maka telur yang dihasilkan tidak dapat menetas. Fakta tersebut turut berandil dalam menurunkan populasi Ae. aegypti di wilayah pelepasan.

WMP Yogyakarta telah selesai melepaskan nyamuk ber-Wolbachia di Kota Yogyakarta pada akhir 2017. Pelepasan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai pada Agustus 2016, sedangkan tahap kedua dimulai pada Maret 2017, dan di masing-masing tahap tersebut pelepasan dilakukan selama 7 bulan

Tidak semua wilayah di Kota Yogyakarta mendapatkan penitipan telur nyamuk ber-Wolbachia. Terdapat wilayah intervensi (mendapat titipan) dan wilayah pembanding (tidak mendapat titipan). Kedua wilayah tersebut memegang peranan penting dalam penelitian pengendalian DBD yang dilakukan WMP Yogyakarta. Pada kedua wilayah tersebut, tidak ada perbedaan populasi Aedes aegypti, hal ini menunjukkan bahwa pelepasan nyamuk ber-Wolbachia tidak berdampak pada populasi.

Saat ini WMP Yogyakarta masih dalam proses melakukan studi dampak pelepasan Wolbachia dalam skala luas terhadap penurunan kasus DBD di Kota Yogyakarta. Bukti kuat dari studi ini diharapkan didapat pada akhir 2020. Meski demikian, beberapa studi yang telah dilakukan WMP Yogyakarta sejauh ini telah berhasil membuktikan kapasitas Wolbachia dalam melawan virus dengue di dalam tubuh Ae. aegypti.


Baca juga:

Wolbachia, Teknologi Menjanjikan Kendalikan DBD

Tak Hanya di Rumah Warga, EDP Yogya Menitipkan Ember di Hotel