Panggung Gembira, Puncak Peringatan ADD 2019 di Kota Yogyakarta

World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta mendominasi gelaran Car Free Day (CFD) Jogja Kreatif yang digelar di Jalan Jendral Sudirman pada Minggu, 30 Juni 2019. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Yogyakarta, WMP Yogyakarta memanfaatkan gelaran rutin bulanan tersebut sebagai puncak rangkaian acara memperingati Hari Dengue se-ASEAN (ASEAN Dengue Day - ADD) tahun 2019 ini.

Panggung Gembira Sehat Agawe Mulyo, demikian tajuk acara pagi itu. Salah satu agenda pada acara yang dihadiri tak kurang dari seribu pengunjung itu adalah pengumuman dan penyerahan hadiah Lomba Goyang Gayeng “Sehat Agawe Mulyo”. Ketua panitia lomba, Dedik Helmy Yusdiana menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan hadiah senilai total 12 juta rupiah untuk semua pemenang lomba yang dibagi menjadi tiga kategori tersebut.

Animo masyarakat cukup tinggi. “Ada 31 peserta yang mengikuti lomba,” lanjut Dedik. Pada akhirnya juri memutuskan Zeepee Dance Crew sebagai juara kategori remaja, Patangga Art sebagai juara kategori dewasa dan Puskesmas Kotagede 2 sebagai juara kategori instansi. Ketiganya pun memamerkan gerakan ciptaannya di hadapan pengunjung CFD.

Ket. gambar: Pengunjung CFD berkerumun di depan minilab WMP Yogyakarta.

Terdapat tiga tenda utama WMP Yogyakarta yang terletak di sekitar panggung utama. Meski terlihat ramai semua, namun laboratorium mini (minilab) WMP nampak paling banyak dikunjungi. Pada booth tersebut, pengunjung dapat mengamati aneka sampel penelitian seperti telur nyamuk, larva dan pupa hingga nyamuk yang masih hidup maupun yang sudah diawetkan. Pengunjung juga dapat mengikuti permainan edukatif seperti kuis cari kata, menghitung nyamuk hingga permainan yang menguji ketangkasan, wireloop.

Adapun booth lain yang ramai dikunjungi warga adalah booth pemeriksaan kesehatan gratis dan pijat stimulasi tumbuh kembang anak. WMP Yogyakarta menghadirkan praktisi profesional di bidangnya di kedua booth tersebut. Selain itu, WMP Yogyakarta bekerja sama dengan penyelenggara CFD menghadirkan instruktur Zumba dan MixLine Dance. Tak ayal, pengunjung pun bersemangat mengikuti gerakan-gerakan yang dipandu oleh instruktur dari atas panggung.

Ket. gambar: Pengunjung CFD mempraktekkan pijat stimulasi tumbuh kembang anak

Peneliti Utama WMP Yogyakarta, Prof Adi Utarini, menyampaikan bahwa acara tersebut merupakan bagian dari sosialisasi penelitian yang telah ia lakukan beserta tim WMP sejak 2011.  Pihaknya pun turut memasyarakatkan program pemerintah dalam pengendalian demam berdarah dengue (DBD) dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), melalui cara yang menyenangkan. Hal senada disampaikan oleh Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Yogyakarta, drg. Yudiria Amelia. “Yang perlu diperhatikan oleh masyarakat adalah perlunya menjalankan 4M plus,” jelasnya saat menghadiri acara tersebut.

WMP Yogyakarta menghadirkan kemeriahan di panggung gembira sebagai wujud terima kasih atas dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap penelitian. WMP Yogyakarta tetap mengharapkan peran serta masyarakat dan pemangku kepentingan terkait untuk mensukseskan penelitian dan membebaskan Indonesia dari DBD.


Baca juga:

Peringati Hari Dengue se-ASEAN, WMP Yogya Gelar Invitasi Tenis Meja

Sosialisasi dengan Kata Tersembunyi