Selfie Bareng Wolly di Festival Inovasi Jogja 2019

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Yogyakarta yang ke-263, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta mengadakan Festival Inovasi Jogja 2019. Acara yang digelar di Lower Ground Galeria Mall 19 & 20 Oktober 2019 tersebut diikuti oleh 21 penampil yang inovatif, seperti Taman Pintar Yogyakarta, Beringharjo Creative Space, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, dan beberapa unit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Menampilkan inovasi pelengkap dalam pengendalian DBD, WMP Yogyakarta turut dalam gelaran yang ramai mendapat perhatian dari pengunjung tersebut.

Kali ini, WMP Yogyakarta tidak menghadirkan minilab seperti biasanya. Hanya sekotak kandang berisi puluhan nyamuk, beberapa lembar kain flannel berisi telur nyamuk, dan beberapa cup berisi larva dan pupa nyamuk. Sudah bisa ditebak, kotak nyamuk menjadi pusat perhatian. Selain melihatnya sebagai pemandangan yang langka, pengunjung berkonsentrasi menghitung nyamuk yang ada di dalamnya untuk mengikuti kuis menghitung nyamuk. Dalam dua hari penyelenggaraan, tak kurang 200 pengunjung mengikuti kuis ini.

Ket. gambar: Pengunjung mengikuti kuis menghitung nyamuk di booth WMP Yogyakarta

Atensi pengunjung tidak hanya kepada kandang nyamuk. Atensi mereka juga tertuju pada photobooth WMP Yogyakarta. Membawa pesan pengendalian DBD melalui program 4M yang telah digalakkan oleh pemerintah, WMP turut menguatkan peran nyamuk ber-Wolbachia sebagai inovasi pelengkap dalam banner photobooth tersebut. Selain itu, WMP Yogyakarta juga melengkapi anjungan untuk mengambil foto tersebut dengan properti berupa tiga paket kostum Wolly yang menjadi maskot WMP Yogyakarta. Tak hanya untuk koleksi pribadi, pengunjung yang selfie di photo booth ini dapat mengunggah fotonya di media sosial untuk mengikuti lomba Selfie Bareng Wolly. WMP Yogyakarta menyediakan hadiah total senilai satu setengah juta rupiah untuk empat pemenang.

Meski tercatat lebih dari seratus pengunjung yang menggunakan photo booth, namun hingga tenggat waktu yang telah ditentukan, terdapat 39 postingan yang mengikuti lomba ini. Tiap foto mempunyai keunggulan masing-masing. Ada yang berpose berpasangan, beramai-ramai maupun sendirian dengan gaya yang cukup ekstrim. Tak hanya kreatifitas dalam berpose, postingan juga dinilai dari captionnya. Makin menarik dan edukatif sebuah caption, makin tinggi nilainya. Tak heran, para peserta lomba nampak serius mencari informasi terkait demam berdarah dengue (DBD) dan penelitian WMP Yogyakarta kepada staf yang bertugas. Caption dalam postingan ini sekaligus sarana untuk mensosialisasikan pengendalian DBD yang digalakkan pemerintah.

Setelah lima hari berlalu, WMP Yogyakarta pun mengumumkan pemenang lomba Selfie Bareng Wolly. Pengumuman yang telah dinantikan oleh para peserta itu diunggah di Instagram @wmpyogyakarta. Juri menilai foto berdasar kreatifitas foto dan caption yang menarik, dan akhirnya memutuskan postingan dari @yuda_ganteng666 @minsya_94 @harharidho dan @noviantiely93 sebagai juara 1-3 dan juara favorit.

Partisipasi WMP Yogyakarta dalam event Festival Inovasi Jogja membuktikan bahwa WMP Yogyakarta tak hanya fokus pada pelaksanaan penelitian, namun juga ambil bagian dalam sosialisasi program pengendalian DBD. Hal ini turut membuktikan metode Wolbachia tidak menggantikan namun melengkapi program yang telah ada.


Baca juga:

Wolly Sahabat Anak

Ketika Dokter Anak Bermain “Wire Loop Game” EDP-Yogya