Respon WMP Yogyakarta terhadap COVID-19

Sejak Maret 2020 virus Korona (COVID-19) mulai masuk dan menyebar ke wilayah Indonesia, dengan eskalasi kasus yang terus meningkat setiap harinya. Di Indonesia penyebaran COVID-19 terbilang masif dan pesat, dalam 1 bulan saja (selama Maret 2020) tercatat sebanyak 1.528 pasien kasus terkonfirmasi dan 136 pasien meninggal dunia.[1] World Health Organization (WHO) telah menetapkan wabah ini sebagai pandemi global, dan Pemerintah Indonesia telah menghimbau masyarakat untuk melakukan physical distancing atau jaga jarak untuk meminimalisir sebaran wabah COVID-19.

Merespon wabah ini, World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta telah memutuskan untuk menangguhkan semua aktivitas yang melibatkan adanya interaksi di masyarakat. WMP Yogyakarta menghentikan sementara kegiatan rekrutmen pasien Demam Berdarah Dengue di Puskesmas dan Pustu di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul dalam studi Aplikasi Wolbachia untuk Eliminasi Dengue (AWED), terhitung sejak 23 Maret 2020 sampai dengan waktu yang belum ditentukan. Namun, WMP Yogyakarta tetap menyediakan alat deteksi demam berdarah di Puskesmas.

Ket. gambar: dr. Riris Andono Ahmad saat memberikan sosialisasi Covid-19 kepada staf WMP Yogyakarta pada 13 Maret 2020

Selain itu, WMP Yogyakarta telah membatalkan semua kegiatan internal yang melibatkan banyak orang dan sesuai arahan dari WMP Global telah menerapkan kebijakan bekerja yang lebih fleksibel bagi staf, yaitu dengan bekerja dari rumah. WMP Yogyakarta juga bekerja sama dengan Health Promoting University (HPU) dalam memberikan edukasi publik tentang COVID-19 melalui website HPU dan sosial media.

Peneliti pendamping WMP Yogyakarta, dr. Riris Andono Ahmad, Ph.D mengingatkan kita semua untuk selalu meningkatkan daya tahan tubuh serta menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan menerapkan etiket batuk dan bersin jika sedang sakit.

“Virus COVID-19 menyebar melalui droplets (percikan air ludah). Saat kita berbicara, batuk, atau bersin, kita akan sedikit banyak mengeluarkan droplet, yang kemudian bisa terbang sampai sekitar 2 meter. Karenanya, kita perlu menjaga jarak (physical distancing) saat berinteraksi dengan orang lain,” pesan dr. Riris Andono Ahmad, Ph.D.

 

 

 

 

[1] Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/31/213418865/rekap-kasus-corona-indonesia-selama-maret-dan-prediksi-di-bulan-april