Adi Utarini: Akademisi dan Peneliti yang Berjiwa Seni Tinggi

Peneliti Utama World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta, Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., MPH., Ph.D., selain sebagai akademisi juga memiliki hobi di bidang seni. Hobi memainkan piano berhasil mengantarkannya pada konser amal di tahun 2018 yang bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Yogyakarta. Prof. Uut menyadari, hobi tersebut bukan untuk mencari karier namun untuk amal. “Saya menemukan kecocokan antara bermain musik dan bidang public health  yang saya geluti. Kemudian, kenapa tidak saya bermain musik untuk amal,” ungkap Prof. Uut saat diwawancarai Suara.com.

 

Ket. foto: Prof. Uut saat menjadi pembicara dalam Webinar Festival Inovasi Wolbachia Seri 2 pada Rabu (19/08/2020).

Di tahun 2019 Prof. Uut mendapatkan penghargaan Habibie Award Bidang Ilmu Kedokteran. Penghargaan tersebut Prof. Uut dapatkan karena berhasil mengembangkan penelitian terobosan implementasi nyamuk Ae. Aegypti ber-Wolbachia. Meski bahagia bisa mendapatkan penghargaan tersebut, Prof. Uut tidak menafikkan kinerja tim WMP yang turut mensukseskan penelitian yang sudah dijalankan sejak tahun 2011 ini.

Penelitian WMP Yogyakarta di atas bertujuan untuk mengurangi kasus kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih tinggi, terutama di Yogyakarta. Kementerian Kesehatan tahun 2010 menyatakan jika Yogyakarta termasuk 1 dari 10 provinsi yang paling terdampak DBD dalam kurun waktu tiga puluh tahun terakhir. Tingginya DBD di Kota Yogyakarta menjadi alasan WMP Yogyakarta menentukan lokus penelitian. (AA)

 

*Artikel ini dipublikasikan sebagai bagian dari Festival Inovasi Wolbachia.