WMP Yogyakarta di Lokakarya Mini Lintas Sektor Kotagede 2

Tan Mingkuh Tumapak Ing Jaman Anyar atau Optimis dalam Menjalani Tatanan Kehidupan Baru menjadi tajuk HUT Kota Yogyakarta ke-264. Tajuk itu pula yang menjadi pembuka Lokakarya Mini Lintas Sektor (Lokmin Linsek) di Kelurahan Rejowinangun, (13/10) siang.

Acara yang dipandu oleh Camat Kotagede, Rajwan Taufiq, S.I.P, M.Si, membahas isu kesehatan seperti Covid-19 dan Demam Berdarah Dengue (DBD). “Sesuai tajuk HUT Kota Yogyakarta mari kita patuhi protokol kesehatan yang berlaku untuk mencegah penularan Covid-19 dan mewaspadai  DBD jelang musim penghujan, yang mana Rejowinangun selalu mendapat predikat tertinggi di Kota Yogyakarta,” papar Rajwan Taufiq membuka acara.

Dalam acara yang diadakan oleh Puskesmas Kotagede 2 tersebut, WMP Yogyakarta turut berpartisipasi dengan menyampaikan perkembangan terkini dari perluasan manfaat Wolbachia di Kelurahan Rejowinangun. WMP Yogyakarta menjelaskan bahwa sejak peletakan pertama ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia pada 2 September lalu, tim di lapangan mengurangi interaksi secara langsung dengan warga. “Selama masa pandemi, interaksi dengan warga tidak seintens biasanya karena perlu mematuhi protokol kesehatan,” ujar Koordinator Rilis Entomologi Lapangan WMP Yogyakarta, Nida Budiwati Pramuko kepada para tokoh masyarakat yang hadir siang itu.

Ket. gambar: Peserta Lokmin Linsek Puskesmas Kotagede 2 memperhatikan pemaparan dari staf WMP Yogyakarta.

Di akhir acara, Rajwan Taufiq mengajak seluruh perwakilan warga yang hadir untuk membuat kesepakatan bersama dalam Lokmin Linsek. Ia meminta seluruh warga di Kelurahan Rejowinangun untuk mendukung pelaksanaan program-program kesehatan, salah satunya penyebaran nyamuk ber-Wolbachia di wilayah tersebut.

Sebagai informasi tambahan, DBD menjadi satu dari 10 permasalahan kesehatan utama di Kelurahan Rejowinangun. Sepanjang tahun 2020 saja, terdapat 21 kasus kejadian dengue di masyarakat. Adanya perluasan manfaat Wolbachia disambut baik oleh perwakilan warga yang hadir dalam Lokmin Linsek tersebut. Mereka memiliki harapan besar, bahwa nyamuk ber-Wolbachia bisa menekan kejadian dengue di wilayahnya secara signifikan.