Dinas Kesehatan Sleman Ikuti Pelatihan Bagi Pelatih Implementasi Wolbachia

Mengawali tahun 2021, WMP Yogyakarta menyelenggarakan Pelatihan bagi Para Pelatih Pelaksanaan Implementasi Perluasan Manfaat Wolbachia di Kabupaten Sleman secara daring. Acara yang diadakan selama 3 hari (19-21 Januari 2021) tersebut diikuti oleh 14 orang perwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman. Hal tersebut dilakukan terkait rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengimplementasikan metode Wolbachia dalam mengendalikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sleman.

Ket. gambar: Pelatihan Pelaksanaan Implementasi Perluasan Manfaat Wolbachia di Kabupaten Sleman secara daring.

Melihat historisnya, Kabupaten Sleman merupakan wilayah yang penting dalam mendukung keberhasilan penelitian nyamuk ber-Wolbachia di Yogyakarta. Pada 2014 lalu, untuk pertama kalinya WMP Yogyakarta (dahulu bernama EDP-Yogya) melakukan pelepasan nyamuk ber-Wolbachia di skala terbatas di Desa Trihanggo (Dusun Kronggahan) dan Desa Nogotirto (Dusun Ponowaren dan Dusun Karangtengah). Peneliti Utama WMP Yogyakarta, Prof. Adi Utarini menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Pemkab Sleman pada fase awal penelitian WMP Yogyakarta. “Keberhasilan WMP Yogyakarta meraih hasil efikasi metode Wolbachia sebesar 77% di Kota Yogyakarta tidak lepas dari dukungan Pemkab Sleman saat fase 2 penelitian kami. Semoga kerjasama yang dijalin saat ini dapat memberikan hasil yang baik pula,” ujarnya.

Pelatihan ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Bambang Suharjo. Dalam sambutannya, dr. Bambang menyampaikan apresiasinya kepada WMP Yogyakarta atas kegiatan pelatihan yang diselenggarakan. “Kegiatan ini sangat penting. Kami harap pelatihan ini dapat berjalan dengan baik sehingga nantinya metode Wolbachia dapat diterapkan di masyarakat dengan lancar,” ujar dr. Bambang Suharjo.

Ket. gambar: Sekretaris Dinas Kesehatan Sleman, dr. Bambang Suharjo saat memberi sambutan di acara pelatihan.

Kegiatan tiga hari pelatihan pun berjalan dengan baik. Proses pemaparan dan transfer ilmu juga berlangsung dengan lancar, meski sesekali kendala sinyal internet yang naik turun dialami oleh peserta maupun pemateri. Namun secara keseluruhan, diskusi yang berlangsung sangat menarik, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul dari peserta. Selain memberi kuis kepada para peserta agar materi yang diberikan lebih mudah dipahami, WMP Yogyakarta juga memberikan praktek daring proses peletakan ember berisi telur nyamuk. Kegiatan praktek daring ini dapat diikuti peserta di lokasi masing-masing, karena sebelum pelatihan dimulai, WMP Yogyakarta telah mengirimkan sejumlah perangkat implementasi metode Wolbachia kepada para peserta, seperti ember lengkap dengan telur nyamuk ber-Wolbachia, pelet, dan airnya. Sejumlah referensi dan materi komunikasi turut dikirimkan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi setiap peserta.

Pelatihan Pelaksanaan Implementasi Perluasan Manfaat Wolbachia di Kabupaten Sleman secara daring ini diisi oleh para peneliti WMP Yogyakarta, seperti ahli Entomologi Warsito Tantowijoyo, PhD, ahli Epidemiologi dr. Citra Indriani, MPH, Koordinator Pemangku Kepentingan Achmad Thamrin, Spesialis Pelibatan Masyarakat Krisna Satya, dan Manager Lapangan M. Ridwan Ansari. Selepas pelatihan tersebut, para peserta akan menjadi pelatih yang membawakan pelatihan untuk implementasi metode Wolbachia kepada Puskesmas-Puskesmas di Kabupaten Sleman.