Kendalikan DBD, Pemkab Sleman Implementasi Teknologi Wolbachia

Pemerintah Kabupaten Sleman secara resmi meluncurkan program Si Wolly Nyaman pada kick off meeting yang berlangsung pada 16/2 lalu. Program Si Wolly Nyaman—Nyamuk Aman Cegah DBD di Sleman, merupakan implementasi teknologi Wolbachia untuk pengendalian dengue di Kabupaten Sleman, bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada, WMP Yogyakarta, dan Yayasan Tahija. 

Launching program dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sleman Sri Purnomo yang ditandai dengan penyerahan ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia kepada Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo. 

Ket. gambar: Bupati Sleman Sri Purnomo meletakkan telur nyamuk ber-Wolbachia sebagai simbolisasi program Si Wolly Nyaman.

Sri Purnomo menyampaikan bahwa program Si Wolly Nyaman bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengendalian DBD, dan meningkatkan sumber daya kesehatan melalui penerapan teknologi Wolbachia. Implementasi teknologi ini akan dilakukan di 13 Kapanewon, 39 Kalurahan, dan kurang lebih 588 padukuhan.

“Mengingat tingginya kasus DBD pada 2020 dimana terdapat 810 kasus dengan 1 kematian, kasus ini lebih tinggi dibandingkan dengan kasus DBD di tahun 2019 yaitu sebanyak 728 kasus. Program ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menekan DBD dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Sri Purnomo.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr. Joko Hastaryo, M.Kes, menyampaikan bahwa pelepasan nyamuk ber-Wolbachia akan dilakukan dalam bentuk telur yang tersimpan dalam ember nyamuk. Ember nyamuk ini nantinya akan dititipkan di rumah warga yang menjadi orang tua asuh nyamuk. Nyamuk ber-Wolbachia diharapkan kawin dengan nyamuk lokal, sehingga semua keturunan nyamuk ber-Wolbachia dan mengurangi penularan DBD di Sleman.

Ket. gambar: Kepala Dinkes Sleman, dr. Joko Hastaryo saat menyampaikan program Si Wolly Nyaman.

Riris Andono Ahmad, Peneliti Pendamping WMP Yogyakarta yang juga hadir dalam kick off meeting tersebut menyampaikan, teknologi Wolbachia ini efektif menurunkan 77% kasus DBD. Teknologi ini aman, karena bakteri alami Wolbachia dapat ditemukan pada lebih dari 50% serangga ini hanya dapat hidup di dalam sel serangga. Nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia yang disebarkan sudah dipastikan bebas dari DBD dan chikungunya, sehingga efektif menurunkan penyebaran DBD dan penyakit lain yang dibawa oleh nyamuk. Selain aman, teknologi Wolbachia juga mampu bertahan dalam jangka waktu yang panjang.

Di akhir, Joko menegaskan bahwa program Si Wolly Nyaman terintegrasi dengan program pengendalian DBD yang sudah berjalan, seperti Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, dan Menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).