“Dialog Rakyat” Si Wolly Nyaman – Dari Rakyat, Oleh Rakyat, dan Untuk Rakyat Sleman

“Dialog Rakyat” menjadi tajuk grand launching Program Si Wolly Nyaman yang berlangsung pada Jumat (21/05) lalu di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Acara yang dilangsungkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman tersebut merupakan penanda dimulainya implementasi peletakan ember telur nyamuk ber-Wolbachia yang termasuk dalam strategi pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sleman.

Dialog Rakyat disaksikan langsung oleh masyarakat Sleman, baik secara offline maupun online. Acara yang dipandu oleh Den Baguse Ngarso tersebut menghadirkan narasumber Bupati Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr. Joko Hastaryo, M.Kes., Project Leader WMP Yogyakarta Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH, Ph.D, dan Ketua Yayasan Tahija Trihadi Saptoadi.

Ket. gambar: Sesi tanya jawab dengan peserta Dialog Rakyat yang hadir secara online.

Masyarakat yang hadir langsung di pendopo merupakan tamu undangan yang terdiri dari pemangku kepentingan di Kabupaten Sleman seperti para Kepala Dinas, Kapolres, Dandim, serta sebagian Panewu dan Kepala Puskesmas di Sleman. Pemkab Sleman membatasi jumlah tamu yang diundang karena mematuhi protokol kesehatan COVID-19. Selain itu, warga Sleman turut mengikuti kegiatan ini secara online melalui zoom dan kanal YouTube Sleman TV. Sesi tanya jawab dan kuis berhadiah pun dilakukan baik daring maupun luring.

Acara Dialog Rakyat yang dibuka pada 08.30 WIB ini diawali hiburan musik oleh Den Baguse Ngarso dan rekan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Project Leader WMP Yogyakarta, Prof. Adi Utarini. Dalam sambutannya, Prof. Adi menyampaikan penjelasan mengenai inovasi nyamuk ber-Wolbachia yang telah terbukti menurunkan 77% kasus DBD di Kota Yogyakarta, serta terbukti aman bagi lingkungan dan manusia. Ia juga menjelaskan implementasi program Si Wolly Nyaman ini nantinya akan dilakukan bersama-sama oleh kader kesehatan setempat. "Kegiatan peletakan ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia di Kabupaten Sleman akan dimulai sejak Mei hingga November 2021, dan dilakukan dengan kerjasama antara kader kesehatan dan staf WMP Yogyakarta," jelasnya.

Ketua Yayasan Tahija Trihadi Saptoadi yang hadir secara daring mengungkapkan pentingnya kerja kolaborasi dalam implementasi program Si Wolly Nyaman. Selain itu, Keluarga Tahija sangat berkomitmen dalam implementasi program ini, sehingga harapannya kasus DBD di Sleman menurun signifikan. "Keluarga Tahija melalui Yayasan Tahija bertekad agar implementasi di Sleman berhasil dengan baik dalam menurunkan kasus Dengue,” ungkap pria yang akrab disapa Pak Tri tersebut.

Ket. gambar: Kepala Dinas Kesehatan Sleman saat menunjukkan telur nyamuk ber-Wolbachia.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman dr. Joko Hastaryo, M.Kes., dalam kesempatan tersebut turut menegaskan bahwa program Si Wolly Nyaman tak akan berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dari masyarakat. Ia meminta bagi warga Sleman yang nantinya menjadi Orang Tua Asuh (OTA) ember Si Wolly Nyaman agar dapat selalu memantau kondisi ember yang dititipkan, supaya tetap aman, tidak tumpah, dan tidak sampai hilang. Jika masih ada yang ingin mengetahui lebih lanjut ia berpesan agar OTA dapat langsung bertanya kepada pengampu program. "Jika ada pertanyaan terkait program dan implementasinya, warga dapat langsung bertanya melalui Lapor Sleman dan nomor hotline Dinas Kesehatan Sleman," tutur beliau.

Di akhir acara, Bupati Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo menandai dimulainya implementasi program ini dengan seremoni peletakan ember Si Wolly Nyaman berisi telur nyamuk ber-Wolbachia. Selain berharap kasus DBD di Sleman turun minimal hingga 50%, Bupati Sleman juga menghimbau warga Sleman untuk tetap menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). "Jangan lupa untuk tetap melakukan PSN dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, agar badan dan lingkungan selalu sehat," pesannya selepas meletakkan ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia.

Ket. gambar: Bupati Sleman meletakkan ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia sebagai penanda dimulainya implementasi Si Wolly Nyaman.