Setyawati Marheni, Aktif Berkontribusi untuk Kesehatan Masyarakat

Setyawati Marheni, salah satu kader kesehatan di Kalurahan Condongcatur yang penuh semangat. Kondisi difabel tidak menjadi penghalang baginya untuk tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk dalam kegiatan implementasi teknologi Wolbachia di Kabupaten Sleman melalui program Si Wolly Nyaman.

Ibu dua anak yang biasa disapa Heni ini sudah aktif menjadi kader sejak 25 tahun lalu. Berawal dari rutin mengantar anak ke Posyandu, lama-lama Heni tertarik untuk terlibat dalam kegiatan Posyandu, dan menjadi kader kesehatan di Kalurahan Condongcatur. Heni memang senang berkegiatan di luar rumah.

“Saya senang dengan pekerjaan-pekerjaan sosial. Walaupun tidak mendapat bayaran, saya memang senang menjalaninya. Kalau saya diam di rumah saja, saya tidak dapat apa-apa. Sedangkan dengan aktif berkegiatan, saya bisa berkembang dan bertemu dengan teman-teman,” ujar Heni.

Saat ditanya mengenai program Si Wolly Nyaman, ia langsung menyampaikan ketertarikannya. Menurutnya, cara penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan teknologi nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia adalah cara yang unik. Berbeda dengan cara yang biasa dilakukan, yaitu Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 4M Plus.

Ket. foto: Kader kesehatan Condongcatur, Depok, Sleman menyiapkan ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia sebelum dititipkan ke rumah warga.

Saat ada warga yang bertanya mengenai keamanan teknologi ini, Heni dengan luwes memberi penjelasan bahwa teknologi ini aman, dan meminjamkan flyer-flyer yang dimilikinya untuk dibaca oleh warga yang bertanya. Warga pun menjadi paham dengan penjelasan yang diberikannya. Bahkan warga yang makin yakin dengan keamanan teknologi ini, turut serta membantu proses penggantian telur nyamuk.

Proses penitipan ember nyamuk di masa pandemi, bagi Heni tidak menjadi hambatan yang berarti. Karena ember diletakkan di luar rumah, maka proses penggantian telur bisa dilakukan oleh Heni bersama 8 orang kader lainnya dengan minim kontak dan selalu mematuhi protokol kesehatan. Saat harus mengganti telur di lokasi yang cukup jauh dari rumahnya, ia dibantu oleh suaminya, dengan menggunakan motor modifikasi khusus pengguna kursi roda.

Heni berharap dengan adanya Program Si Wolly Nyaman, kasus DBD bisa menurun signifikan, dan tidak ada lagi warga yang terjangkit DBD.