Kick-Off Program ACTIVATE: Delapan Wilayah di Indonesia Akan Terlibat dalam Pembelajaran Teknologi Aedes aegypti Ber-Wolbachia

Pasca selesainya penelitian Aplikasi Wolbachia dalam Eliminasi Dengue (AWED) tahun lalu, Pusat Kedokteran Tropis FK-KMK UGM berkolaborasi dengan Direktorat P2PTVZ Kementerian Kesehatan menyelenggarakan Kick-off Program “Pengembangan Kapasitas Daerah dalam Pembelajaran Teknologi Aedes aegypti Ber-Wolbachia sebagai Pelengkap Program Pengendalian Dengue di Indonesia (ACTIVATE)” pada (13/10) lalu. Pertemuan yang dilakukan secara daring ini diikuti oleh perwakilan dari 8 pemerintah Kabupaten/Kota terpilih.

Direktur Pusat Kedokteran Tropis FK-KMK UGM sekaligus peneliti pendamping WMP Yogyakarta dr. Riris Andono Ahmad, MPH, PhD menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari penelitian yang telah dilakukan oleh WMP Yogyakarta selama 1 dekade terakhir. Hasil penelitian menunjukkan efikasi Wolbachia menurunkan 77% kasus dengue, dan menurunkan 86% kasus dengue yang dirawat di rumah sakit. Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan di jurnal ilmiah the New England Journal of Medicine (NEJM) dan menjadi salah satu teknologi yang direkomendasikan oleh Vector Control Advisory Group (VCAG) WHO.

Ket. foto: Peneliti utama WMP Yogyakarta memaparkan hasil Studi AWED pada Kick Off Program ACTIVATE.

Direktur P2PTVZ Kementerian Kesehatan Dr. drh. Didik Budijanto, M.Kes mengapresiasi semua pihak atas terselenggaranya acara ini. Ia menyampaikan bahwa dengue menjadi salah satu fokus RPJMN 2020-2024 dan Renstra Kemenkes 2020-2024. Dalam RPJMN dan Renstra Kemenkes tersebut, Pemerintah berkomitmen agar 90% kabupaten/kota memiliki incident rate kurang dari 49 per 100.000 penduduk pada tahun 2024. Lebih lanjut, Direktorat P2PTVZ mendukung kegiatan ACTIVATE dalam memberikan kapasitasi pemerintah daerah dalam menjalankan upaya penanggulangan dengue melalui teknologi Ae. aegypti ber-Wolbachia.

Peneliti Utama WMP Yogyakarta Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH, Ph.D, menyampaikan bahwa sebagai tanggung jawab sosial dari perguruan tinggi, pembelajaran ini tidak terhenti pada kegiatan penelitian, tetapi juga diseminasi pengetahuan kepada daerah-daerah untuk implementasi teknologi yang lebih luas,  serta pengembangan kapasitas daerah untuk implementasi teknologi apabila di masa depan terdapat peluang tersebut.

Menurut guru besar yang biasa disapa Prof. Uut ini, program ACTIVATE mendukung implementasi Stranas Penanggulangan Dengue (2021-2025), khususnya strategi ke 5, tentang Penguatan Komitmen Pemerintah, Kebijakan-Manajemen Program, dan Kemitraan. Dalam program ACTIVATE, ada 8 kabupaten/kota yang terlibat, yaitu: Medan, Bandar Lampung, Jakarta Barat, Bekasi, Kota Bandung, Semarang, Gianyar, dan Kupang.

Dalam paparannya, Prof. Uut menjelaskan timeline program ACTIVATE, yang direncanakan akan berlangsung pada 2021-2022. Setelah kick-off akan ada roadshow dan training need assessment (Oktober-November 2021), kemudian penyusunan kurikulum dan materi pembelajaran (Desember 2021-Februari 2022), pelatihan komprehensif dan diikuti dengan program magang selama 2 minggu di Yogyakarta (Maret-Mei 2022), serta workshop rencana strategi implementasi di 4 kabupaten/kota terpilih (Juli-Oktober 2022).

Ket. foto: Delapan wilayah yang menjadi target ACTIVATE dalam program pengembangan kapasitas daerah

Pada sesi diskusi, salah satu peserta acara, Dian Asmarani, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, menanyakan tentang kaitan teknologi Wolbachia dengan penilaian Angka Bebas Jentik (ABJ). Merespon pertanyaan ini, Prof. Uut menyampaikan bahwa teknologi Wolbachia merupakan pelengkap program penanggulangan dengue. Sehingga program pengendalian dengue lainnya tetap berjalan.

Peserta lainnya, Patmono dari Puskesmas Kalideres, bertanya tentang peran masyarakat dalam implementasi program ini. Merespon pertanyaan tersebut, Prof. Uut menyampaikan penerimaan dan persetujuan dari masyarakat serta pemerintah daerah sangat penting dalam implementasi teknologi Wolbachia. Masyarakat berperan sebagai Orang Tua Asuh, serta tetap menjalankan program PSN dengan 4M Plus.