Berjalan bersama warga Singosaren

“Kulo pun biasa mlampah-mlampah mas,” [1] tutur seorang perempuan renta ketika mengikuti acara Jalan Sehat bersama warga Singosaren, Minggu 31 Agustus 2014. Meskipun dengan langkah tertatih, satu demi satu tapak kakinya menyusuri jalanan padukuhan bersama ratusan warga lainnya. Acara jalan sehat yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini menyemarakkan suasana padukuhan di Kecamatan Banguntapan ini. Bendera Merah Putih menjadi pembuka iring-iringan warga. Tua - muda, laki-laki dan perempuan berbaur bergerak seirama, membentuk rangkaian panjang berarak di sisi jalan. Jarak 3 kilometer berakhir di lapangan bulu tangkis, dimana sajian khas bubur hangat menyambut warga yang lelah. Panggung didirikan menatap hamparan warga yang duduk beriungan di atas tikar. Acara semakin meriah dengan pembagian door prize dan penyelenggaraan aneka lomba untuk anak-anak dan muda-mudi.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada mahasiswa KKN UNY dan EDP-Yogya yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini,” ungkap Sogiran, kepala dusun Singosaren III. Ini adalah bentuk kepedulian dan keterlibatan Eliminate Dengue Project (EDP) Yogya dalam kegiatan kemasyarakatan bersama warga di daerah penelitian. Selama satu tahun terakhir, EDP-Yogya telah bekerja bersama masyarakat Singosaren. Kerja sama ini akan semakin erat mengingat dusun Singosaren bersama Jomblangan akan menjadi wilayah pelepasan Aedes aegypti ber-Wolbachia berikutnya. 

“EDP-Yogya akan melakukan pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia rencananya pada akhir Oktober ini,” terang Dedik Helmi Yusdiana, Koordinator Community Engagement (Keterlibatan Komunitas) EDP-Yogya. Upaya EDP ini adalah salah satu bentuk penanggulangan demam berdarah di Indonesia. Selama ini upaya yang sudah dilakukan seperti PSN, ikanisasi atau fogging belum sepenuhnya berhasil memberantas penularan virus dengue. Sehingga EDP-Yogya bertekad untuk memberikan kontribusi melalui penelitian dan pengembangan metode Wolbachia demi tercapainya Indonesia yang bebas dari bahaya demam berdarah. 

Dukungan terhadap kegiatan EDP-Yogya tidak saja diberikan oleh warga Singosaren. Kepala Desa Singosaren, Daryanta mengungkapkan kebahagiaannya bahwa salah satu padukuhan di wilayahnya terpilih sebagai wilayah penelitian EDP-Yogya. “Semoga masyarakat padukuhan Singosaren III menggunakan kesempatan ini untuk bekerja bersama demi tercapainya masyarakat Singosaren yang lebih sehat,” ucapnya.

[1] “Saya sudah biasa jalan-jalan mas,”