Kita Sedang Mencatat Sejarah: Syawalan dan Penyerahan Hadiah Lomba Kebersihan Desa Singosaren

 Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan dan Kesehatan Matra, Dinas Kesehatan Bantul, Yanatun Yunadiana mengungkapkan bahwa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bantul belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Pada periode Januari sampai Juli 2015 terdapat 1.115 kasus dimana 232 kasus berada di Kecamatan Banguntapan. Kecamatan Banguntapan masih menempati peringkat pertama jumlah kasus DBD di Kabupaten Bantul. Dinas Kesehatan mendukung upaya yang dilakukan oleh Eliminate Dengue Project Yogyakarta (EDP-Yogya) bersama Pemerintah Kecamatan Banguntapan dan Desa Singosaren untuk menanggulangi DBD. “Saya berharap kegiatan penelitian ini bisa dilaksanakan di wilayah-wilayah lain karena saya optimis upaya ini mampu menurunkan angka kejadian DBD,” terangnya dalam Syawalan dan Penyerahan Hadiah Lomba Kebersihan Desa Singosaren di Aula Kantor Desa Singosaren, Kamis 30 Juli 2015. Kegiatan ini dihadiri sekitar 100 undangan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Banguntapan, Pemerintah Desa Singosaren, Dukuh dan Kader Kesehatan Singosaren dan Jomblangan. Kepala Desa Singosaren, Daryanta mengucapkan terima kasih atas kerjasama antara EDP-Yogya, pemerintah desa dan Puskesmas Banguntapan 2. Dirinya berharap kegiatan ini mampu memotivasi warga untuk terbiasa hidup bersih dan sehat. “Sebagai wilayah endemis DBD kita harus menjaga kebersihan lingkungan dan bebas jentik nyamuk,” gugahnya.

Agus Susanto, General Manager Project Support and Service EDP-Yogya menegaskan bahwa dukungan dan kerja sama yang diberikan oleh pemerintah dan masyarakat memungkinkan kegiatan penelitian EDP-Yogya berjalan baik di wilayah Singosaren. “Singosaren akan dicatat dalam sejarah karena keterlibatannya dalam upaya penanggulangan DBD di Indonesia,” tuturnya.