Dialog Sore di Kricak

“Kelurahan Kricak adalah juaranya Kota Yogyakarta untuk jumlah kasus DBD,” tutur Agata Ari Wulandari, Lurah Kricak di awal kegiatan diskusi kelompok terpimpin bersama tim Eliminate Dengue Project Yogyakarta (EDP-Yogya), Selasa 25 Agustus 2015. Kegiatan ini adalah bagian dari proses pemetaan komunitas untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat Kota Yogyakarta terkait dengan demam berdarah dengue (DBD) dan upaya-upaya pengendaliannya. Pernyataan Lurah Kricak ini dikuatkan oleh surveillance Puskesmas Tegalrejo yang mengatakan bahwa jumlah kejadian DBD sampai Agustus 2015 ini mencapai 32 kasus dimana 2 diantaranya meninggal dunia. Tak ayal 20 peserta diskusi sepakat menempatkan DBD pada urutan pertama masalah kesehatan di kelurahan ini. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk mengendalikan angka kejadian DBD, salah satunya dalam forum community deal yang menyepakati pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus dilakukan serentak dan terjadwal. “Namun belum semua warga melaksanakan kesepakatan dalam community deal tersebut,” tutur Bani, kader jumantik (juru pemantau jentik) dan anggota PKK Kelurahan Kricak.  Community deal adalah musyawarah tokoh-tokoh masyarakat di tingkat kelurahan. Mereka mendiskusikan permasalahan utama yang dihadapi masyarakat dan menyepakati usulan-usulan penanggulangannya.

Selain menggali informasi dari warga tentang DBD, tim EDP-Yogya juga mengenalkan upaya alternatif untuk menanggulangi DBD menggunakan metode Wolbachia. Para peserta yang terdiri dari lurah, wakil camat Tegalrejo, ketua RW, ketua RT, kader jumantik, anggota PKK, dan wakil puskesmas Tegalrejo mendapat pemaparan tentang penelitian EDP-Yogya. Singgih Jatmiko, wakil Kecamatan Tegalrejo menyatakan dukungannya terhadap penelitian EDP-Yogya. Dirinya berharap EDP-Yogya terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada warga di tingkat RT maupun RW. Menurutnya, dukungan masyarakat dapat diraih melalui penyebaran informasi yang jelas dan transparan. “Saya menyambut baik upaya penelitian ini. Pun jika belum sepenuhnya mampu menanggulangi DBD setidaknya bisa menurunkan jumlah kasus DBD di wilayah ini,” tutup Ari, Lurah Kricak, di akhir pertemuan.