"Belajar Mendengar"
Diskusi EDP-Yogya dengan Komunitas Lintas Sektor

“Penelitian ini menarik karena berupaya menanggulangi demam berdarah dari sumbernya yaitu virus dengue itu sendiri,” ujar M. Syafi’e dari Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB) Yogyakarta dalam diskusi Eliminate Dengue Project Yogyakarta (EDP-Yogya) dengan perwakilan beberapa kelompok swadaya masyarakat, Jumat, 30 Oktober 2015. Diskusi ini digelar untuk mendengar pendapat masyarakat terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD) dan penerapan teknologi Wolbachia dalam mengendalikan DBD di Kota Yogyakarta. Dalam diskusi yang diselenggarakan di kantor LBH Yogyakarta ini peserta menyarankan kepada EDP-Yogya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat seraya menghargai pendapat mereka tentang penelitian ini. “Masyarakat harus menjadi subyek penelitian dan mendapat tempat untuk terlibat,” ungkap Beny dari Forum LSM DIY. EDP-Yogya juga menggelar diskusi dengan perwakilan Karang Taruna Kota Yogya pada Senin, 9 November 2015. DBD masih menjadi masalah kesehatan masyarakat hingga saat ini, meski berbagai upaya sudah dilakukan. “Salah satu penyebabnya adalah kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan diri dan lingkungan,” terang Solihul Hadi, Ketua Karang Taruna Kota Yogyakarta. Penelitian EDP-Yogya seyogyanya dapat diterjemahkan dalam bahasa sederhana yang dekat dengan budaya masyarakat. Dalam pandangan Diah, Humas Karang Taruna Kota Yogyakarta, kedekatan akan mendorong orang untuk terlibat. Keterlibatan masyarakat dalam penelitian EDP-Yogya akan memastikan keberhasilan metode Wolbachia di Kota Yogyakarta. “Karang Taruna siap membantu EDP-Yogya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, baik melalui brosur maupun event-event bersama warga,” tukas Guntur, perwakilan Karang Taruna Kelurahan Brontokusuman.