Dari Nyamuk Untuk Nyamuk
Diskusi Bersama Kelompok Perempuan Yogyakarta

“Saya mendukung penelitian ini karena menggunakan bakteri alami karena selama ini kita dikelilingi oleh bahan-bahan kimia. Alangkah baiknya jika nyamuk itu sendiri yang menjadi penyembuh,” tutur Christanti Widyaningsih peserta diskusi Eliminate Dengue Project Yogyakarta (EDP-Yogya) dengan kelompok perempuan, Kamis, 19 November 2015 di Pusat Kedokteran Tropis Universitas Gadjah Mada. Kelompok perempuan yang hadir dalam diskusi ini diwakili oleh PADI (Perempuan Adiluhung) Yogyakarta sebuah organisasi yang mewadahi perempuan dari berbagai latar belakang seperti: ibu rumah tangga, pengusaha, penggerak PKK, aktivis partai politik, pekerja sosial, aktivis perlindungan anak dan perempuan. Tujuan diskusi ini adalah untuk mendapatkan pengalaman peserta terkait dengan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Yogyakarta. Mereka mengungkapkan bahwa DBD menjadi masalah kesehatan di Kota Yogyakarta setiap tahunnya, dan fogging merupakan cara penanggulangan yang paling diingat masyarakat. “Masyarakat selalu ingatnya fogging. Selalu minta fogging kepada pemerintah. Padahal saya dengar fogging mempunyai dampak negatif untuk kesehatan,” terang Miftah Bachria, Ketua PADI Yogyakarta. Di sisi lain upaya pengendalian mandiri seperti 3M plus (menguras, menutup, mengubur) dan ikanisasi sering dilupakan oleh masyarakat. Persoalan lain yang diutarakan oleh peserta diskusi adalah kurangnya informasi tentang DBD dan karakter nyamuk Aedes aegypti di masyarakat. PADI Yogyakarta menyediakan diri untuk menjadi pendamping EDP-Yogya untuk melaksanakan sosialisasi di masyarakat khususnya pada kaum perempuan. “Sebaiknya ini menjadi sebuah gerakan yang melibatkan semua komponen baik pemangku kebijakan, PKK, penggiat sosial dan kesehatan serta masyarakat sendiri,” usul Miftah mengenai bentuk sosialisasi penelitian EDP-Yogya.