Tekan DBD, Nyamuk Ber-Wolbachia Siap Dilepas di Kota Yogyakarta

Tim Peneliti UGM yang tergabung dalam Eliminate Dengue Project (EDP) berencana memperluas cakupan penelitiannya dengan menyebarkan nyamuk ber-wolbachia di wilayah Kota Yogyakarta pada pertengahan 2016 ini. Hal itu dilakukan untuk mengurangi ancaman demam berdarah Dengue di Kota Yogyakarta. Pasalnya, di DIY pada tahun 2015 lalu terdapat 2.146 kasus DBD dengan 17 diantaranya meninggal dunia, sedangkan di Kota Yogyakarta terdapat  890 kasus dan 10 diantaranya meninggal dunia.

Ketua Tim EDP, Prof. Dr. Adi Utarini, mengatakan EDP melepaskan nyamuk mengandung bakteri alami Wolbachia untuk menurunkan angka kasus DBD di Kota Yogyakarta, sekaligus membuktikan metode ini efektif menekan penularan DBD. “Saat ini tengah dilakukan sosialisasi intensif ke masyarakat dan pemerintah untuk persiapan pelepasan nyamuk ber-wolbachia,” katanya.

Seperti diketahui, metode yang digunakan bisa dilakukan dengan melepaskan langsung nyamuk dewasa yang mengadung bakteri alami Wolbachia ini atau meletakkan telur nyamuk dalam ember kecil yang dititipkan ke rumah-rumah warga,” Pengalaman di Bantul dan Sleman menunjukkan 80 persen nyamuk di wilayah tersebut mengandung Wolbachia,” ujar Adi Utarini.

Entomolog, Warsito Tantowijoyo, menuturkan bakteri Wolbachia dalam tubuh nyamuk Ae. Aegypti menyebabkan virus Dengue tidak dapat berkembang dalam tubuh nyamuk, sehingga nyamuk tidak dapat menularkan penyakit demam berdarah Dengue. Warsito menerangkan apabila nyamuk betina ber-wolbachia kawin dengan nyamuk jantan lain nonWolbachia akan menghasilkan keturunan nyamuk ber-wolbachia. “Tapi kalau nyamuk jantan ber-wolbachiakawin dengan nyamuk nonwolbachia maka telurnya tidak akan bisa menetas,” ujarnya.

Arida Oetami, selaku Kepala Dinas Kesehatan DIY, mengatakan pelepasan nyamuk wolbachia tidak menggantikan program fogging yang sudah ada di tengah masyarakat. Meskipun kegiatan Fogging tidak dianjurkan oleh Badan Kesehatan Dunia. “Fogging tidak direkomendasikan oleh WHO karena mencemari lingkungan, meski masih banyak yang menggunakan,” terangnya.

Program penelitian pelepasan nyamuk wolbachia ini dilakukan di lima negara, yakni Ausralia, Vietnam, Brasil, Kolombia dan Indonesia. Namun sejauh ini, kata Adi, penelitian yang paling terdepan adalah yang ada di Yogyakarta. “Di Vietnam masih dalam proses dan di Yogyakarta nyamuknya bertahan di masyarakat  serta terbukti mampu menekan virus Dengue,” pungkasnya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)