Teknologi Wolbachia Ini Mampu Tekan Kasus DBD

YOGYA (KRjogja.com) - Metode alami yang dikembangkan Eliminate Dengue Project (EDP) Fakultas Kedokteran UGM untuk menekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menggunakan bakteri Wolbachia, membuahkan hasil. Penelitian EDP yang dilakukan di Kabupaten Sleman (Dusun Nogotirto dan Kronggahan) serta Bantul (Dusun Jomblangan dan Singosaren) menunjukkan Wolbachia mampu berkembang biak di wilayah alaminya.

"Hasilnya menunjukkan setidaknya 80 persen nyamuk di wilayah (dusun) tersebut telah ber-Wolbachia," kata Peneliti Utama sekaligus Pemimpin Project EDP Prof dr Adi Utarini MSc MPH PhD saat menyampaikan keterangan pers di Kantor Humas UGM, Kamis (28/1/2016).

Menurutnya, bakteri Wolbachia yang berada di tubuh nyamuk Aedes Aegypti mampu menekan virus dengue. Sehingga ketika nyamuk tersebut menggigit manusia, kemungkinan akan menyebabkan DBD sangat kecil. Penularan Wolbachia ke dalam tubuh nyamuk, ketika pertama kali dikembangkan melalui proses micro injection atau disuntik. Setelah itu Wolbachia diturunkan melalui keturunannya dan akan berkembang biak dengan sendirinya di habitatnya. Satu induk nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia akan meneruskan keturunan ber-Wolbachia meskipun kawin dengan nyamuk jantan tidak ber-Wolbachia. "Seluruh anak nyamuk nantinya akan ber-Wolbachia dan frekuensinya dalam satu daerah akan meningkat terus," kata Adi.

Dijelaskan, pelepasan di Kabupaten Sleman dilakukan sejak Januari dan berakhir Juni 2014 dengan metode pelepasan nyamuk dewasa. Sementara di Bantul dilakukan peletakan telur nyamuk dalam ember kecil mulai November 2014 hingga Mei 2015. Ember tersebut dititipkan ke rumah-rumah warga dan terus dilakukan monitoring hingga saat ini meliputi populasi nyamuk ber-Wolbachia, pemantauan kejadian demam dan demam berdarah serta pemantauan tanggapan masyarakat. Hasil lain yang ditemukan dari pengamatan awal di kedua wilayah tersebut, bahwa Wolbachia mampu mencegah terjadinya penularan lokal DBD di wilayah penelitian. "Selama enam bulan, tidak ada kejadian DBD di wilayah penelitian tersebut," katanya.

Setelah membuktikan bahwa Aedes Aegypti ber-Wolbachia mampu bertahan di wilayah Sleman dan Bantul, EDP merencanakan memperluas wilayah penelitiannya di Kota Yogya. Tujuan utamanya untuk membuktikan dampak teknologi Wolbachia terhadap penurunan kasus DBD di Kota Yogya. Saat ini tengah dilakukan sosialisasi intensif ke masyarakat dan pemerintah, serta persiapan peletakan nyamuk ber-Wolbachia pada wilayah-wilayah terpilih di Kota Yogya. Rencananya peletakan nyamuk ber-Wolbachia di Kota Yogya dilakukan pertengahan tahun ini. (R-2)