Nyamuk ber-Wolbachia, Nyamuk yang Berbudaya

"Lha wong sudah banyak nyamuk kok mau dilepas lagi", terang Sholikhul, Ketua Umum Karang Taruna Kota Yogyakarta di awal diskusi logo kampanye EDP Yogya. Diskusi diadakan pada Selasa, 19 Januari 2016 untuk menjaring pendapat masyarakat untuk mengembangkan logo kampanye yang baru. Diskusi dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Karang Taruna Kota Yogyakarta, Perempuan Adiluhung (PADI) Yogyakarta dan Lembaga Perwakilan Masyarakat Kota (LPMK) lima  Kelurahan di Kota.

"Mendengar kata EDP-Yogya, langsung terbesit penelitian yang menggunakan nyamuk yang berbudaya karena logo nyamuknya memakai blangkon", kata Miftah, perwakilan dari PADI Yogyakarta mengomentari logo kampanye EDP lama -gambar nyamuk tersenyum mengenakan blangkon sambil mengacungkan jempol.

"Tapi ini kok nyamuknya terlihat ‘kurimen’ ya. Tidak terkesan nyamuk tangguh yang menjadi solusi untuk mengendalikan demam berdarah", kata Guntur, perwakilan dari Karang Taruna Yogyakarta. Menurutnya, logo harus mampu mewakili pesan  penelitian yang menggunakan nyamuk ber-Wolbachia sebagai nyamuk aman DBD.

Partisipasi masyarakat dalam pengembangan logo kampanye kali ini sangat membantu dalam memberikan saran teknis seperti penerapan warna dan pemilihan jenis huruf hingga pesan simbolis mengenai “nyamuk ber-Wolbachia, nyamuk  yang berbudaya”. EDP-Yogya secara berkala menyelenggarakan kegiatan sejenis untuk mendengarkan lebih banyak masukan masyarakat sehingga pesan yang disampaikan tepat sasaran.