Gotong Royong Mengelola "Gentong"

Air bersih kerap menjadi permasalahan masyarakat perkotaan, termasuk di Kelurahan Kadipaten, Kraton, Yogyakarta. Banyak warga, terutama lansia, yang susah mengakses sumber air bersih yang waktu itu kebanyakan masih menggunakan sumur tradisional.

Keadaan ini memantik Agus Subiyanto untuk mendirikan Pokmair (Kelompok Pemakai Air) Gentong 30 pada tahun 2002. Mengusung slogan “ngirit banyu kanggo anak putu” (menghemat air untuk anak cucu), ia mengelola kelompok yang 24 jam memasok kebutuhan air bersih untuk lebih dari 200 jiwa di RT 30 Kadipaten dengan biaya yang sangat terjangkau. Rata-rata perumahtangga hanya membayar 12-20 ribu per bulan. Air diperoleh dari dua sumur gali kampung, disedot ke bak penampungan dan di sirkulasi menggunakan pipa ke rumah-rumah. “Kami tidak pernah kekurangan dan kekeringan air dengan pengelolaan seperti ini”, tandasnya.

Tak banyak kendala yang dialami selama ini. “Jika ada kendala teknis, saya tinggal pukul kentongan maka warga akan datang untuk mengatasinya”, terangnya saat menerima kunjungan dari EDP-Yogya Kamis, 26 Mei 2016. Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan Wolly Mubeng Jogja (WMJ). Kegiatan rutin EDP-Yogya untuk lebih dekat dengan warga dan belajar ide-ide cemerlang dari komunitas berdaya yang ada di Yogyakarta.

Kunjungan ke Pokmair menyadarkan bahwa hemat air dan gotong royong bisa menjadi jawaban persoalan lingkungan. Keberhasilan warga mengelola air mengundang sejumlah kunjungan belajar dari berbagai pelosok Indonesia dan mancanegara.