DBD Masih menjadi Ancaman di Kota Yogya

EDP-Yogya - DBD masih menjadi beban masyarakat Kota Yogyakarta. Hingga Oktober tahun ini, jumlahnya sudah melebihi total penderita dalam setahun yang lalu. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melansir data kasus hingga minggu ke-3 Bulan September mencapai 1178 kasus dan 7 di antaranya berakhir kematian. Sedangkan sepanjang tahun 2015 terdapat 945 kasus dengan 11 korban meninggal .

Kewaspadaan terhadap meningkatnya kasus demam berdarah dengue perlu ditingkatkan. Dampak dari kemarau basah dan perubahan iklim disinyalir menjadi salah satu faktor penyebab peningkatan kasus tahun ini.

Himbauan untuk menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) masih berlaku. Hingga saat ini,  PSN masih efektif untuk mengendalikan menjangkitnya DBD .

EDP-Yogya saat ini tengah menjalankan penelitian menggunakan bakteri alami Wolbachia. Penelitian yang dimulai sejak 2011 ini memasuki tahap pelepasan pada skala luas untuk membuktikan efektifitasnya dalam mengurangi kasus demam berdarah. Tahap ini ditandai dengan meletakkan telur nyamuk Aedes aegypti di Kota Yogyakarta. Ketika selesai nanti, metode Wolbachia diharapkan melengkapi usaha pengendalian demam berdarah yang telah dijalankan selama ini.