Wolbachia: Bukan Pengganti Kegiatan Pemantauan Jentik

EDP Yogya – Metode Wolbachia melengkapi metode pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) yang telah berjalan saat ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Dedik Helmy Yusdiana, Staff Eliminate Dengue Project Yogyakarta (EDP Yogya), pada sosialisasi yang dilakukan di Kantor Kecamatan Gondokusuman Selasa (01/11) siang. “Wolbachia tidak mengganti kegiatan pengendalian DBD yang sudah berjalan di masyarakat. Wolbachia justru melengkapinya,” ujar Yusdi, panggilan akrabnya.

Pada acara yang dibuka oleh Camat Gondokusuman, Jalaludin, S.Sos., peserta yang hadir merupakan perwakilan dari lima kelurahan yang terdapat di kecamatan tersebut. Yaitu Demangan, Terban, Kotabaru, Baciro, Klitren.

Suharjo, perwakilan Kelurahan Kotabaru, menyampaikan pendapatnya terkait Wolbachia yang akan mencakup wilayahnya dalam waktu dekat.

Ket foto: Suharjo menyampaikan pendapatnya terkait Wolbachia

 

“Apakah setelah adanya Wolbachia kegiatan memantau jentik oleh para kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik) dihentikan?” tanyanya. Yusdi menegaskan bahwa Wolbachia justru menjadi pelengkap dari kegiatan pengendalian DBD yang telah berjalan hingga saat ini. Metode Wolbachia menjadi “pasangan” yang klop dengan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) semacam jumantik, 3M+, dan sebagainya.

“Adanya Wolbachia diharapkan juga membantu kegiatan pemantauan jumantik pada area-area yang tidak terjangkau, semisal telur nyamuk yang tidak terpantau ketika PSN, jika jentik tersebut mengandung Wolbachia maka, ketika nantinya menetas maka menjadi nyamuk ber-Wolbachia dan tidak menularkan virus dengue,” tutupnya.