Segitiga Penularan DBD di Kementrian Agama

EDP-Yogya – Manusia, nyamuk, dan virus disebut sebagai segitiga penularan DBD. Selama ini pengendalian DBD masih bertumpu pada dua unsur saja: manusia dan nyamuk. Pelaksanaannya telah dioptimalkan oleh semua pihak. Pengendalian lewat manusia misalnya melalui peningkatan daya tahan tubuh dan lewat nyamuk misalnya melalui PSN. Kelompok kerja Operasional (Pokjanal) DBD yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Pendidikan, dan Kementrian Agama merupakan salah satu bentuk pengendalian DBD melalui nyamuk. Sementara EDP-Yogya saat ini berfokus pada pengendalian virus.

Baca juga: Sebagian Besar Rumah Warga Sudah Bebas Jentik Nyamuk

Integrasi berbagai unsur merupakan kunci keberhasilan kontrol penyakit menular. EDP-Yogya saat ini menjalin kordinasi intensif dengan keempat instansi tersebut, termasuk Kementrian Agama. Untuk itu, Selasa, 8 November 2016 EDP-Yogya memberikan sosialisasi kepada penyuluh Kantor Urusan Agama, pengasuh pesantren dan kepala madrasah se-Kota Yogyakarta,  di Aula 1 Kantor Kementrian Agama Kota.

Ket. gambar: Peserta sosialisasi antusias bertanya perihal penelitian.

Peserta yang sebagian besar merupakan penyuluh agama pada Kantor Urusan Agama silih berganti mengajukan pertanyaan  untuk memahami detail penelitian. Mereka antusias dan berniat untuk meneruskan informasi pada forum-forum kerohanian di masyarakat yang akan mereka ikuti.

Menjelang tengah hari sosialisasi berakhir. Namun sebagian peserta memilih bertahan di ruang pertemuan. Beberapa terlihat menyalin materi sosialisasi. Peserta lainnya terlibat diskusi kecil dengan EDP-Yogya. “Kami siap mensosialisasikan (penelitian) ini ke warga,” tukas Aminuddin, penyuluh agama Islam fungsional di Kecamatan Mantrijeron, sembari menceritakan pengalamannya terlibat dalam sosialisasi program pemerintah.