Sempat Salah kaprah, Warga Justru Yakin dengan Wolbachia

EDP-Yogya - Belum genap 30 menit gerai Eliminate Dengue Project (EDP) Yogyakarta dibuka, seorang pengunjung mendatangi gerai yang terdapat di dalam Anjungan Pemerintahan Kota Yogyakarta tersebut. “Wah, ini penelitian menangkap nyamuk menggunakan botol mineral itu, ya?” tanya Yamto, warga Panembahan Minggu (4/12) sore.

Susi Dewinovriyanti, staff EDP Yogya yang bertugas menjaga gerai mengklarifikasi pertanyaan warga tersebut bahwa penelitian yang dilakukan adalah dengan metode Wolbachia. “Bukan, Pak. Penelitian kami menggunakan metode Wolbachia yang merupakan bakteri dari mrutu (lalat buah) yang disuntikkan ke dalam telur nyamuk Aedes aegypti agar virus Dengue tidak dapat ditularkan ke orang lain. Sebelumnya kami telah memiliki pengalaman (menggunakan metode Wolbachia) di Sleman dan Bantul dengan hasil yang memuaskan,” jelasnya.

Susi menambahkan bahwa saat ini penelitian pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan metode Wolbachia masih dalam tahap penelitian di Kota Jogja. “Saat ini kami tahapnya masih penelitian. Nantinya akan ada wilayah pembanding yang dititipi ember berisi telur Aedes aegypti ber-Wolbachia dan tidak dititipi untuk melihat jumlah kasus DBD-nya”, ujarnya.

Mendengar penjelasan tersebut, Yamto yang datang ke gerai EDP Yogya bersama anaknya justru ingin wilayahnya dititipi ember tersebut. “Sebaiknya Panembahan dititipi juga lah, tidak perlu ada pembanding-pembanding segala. Tetangga saya ada yang terkena DBD meninggal,” ingin pria berkacamata itu.

Ket gambar: Staf EDP-Yogya menjelaskan metode Wolbachia kepada pengunjung

Yamto berpandangan bahwa penelitian pengendalian DBD dengan metode Wolbachia ini lebih baik dari fogging. Hal itu didasari dari bahan kimia fogging yang justru berbahaya bagi manusia. Sebelum meninggalkan gerai EDP Yogya, Yamto kembali berharap agar Kelurahan Panembahan nantinya dapat dititipi ember berisikan telur nyamuk yang dapat mengendalikan virus dengue itu. “Titip satu (ember) buat Panembahan, ya. Saya yakin walaupun ini masih penelitian namun hasil positif di Sleman dan Bantul pasti dapat menghentikan penularan penyakit DBD (di Kota Jogja),” harapnya.

Tahap penelitian yang dilakukan EDP Yogya di Kota Jogja saat ini rencananya berjalan hingga 2019. Harapannya, jumlah kasus DBD setelah penitipan Wolbachia dapat terlihat dan nantinya akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah pusat.

Artikel terkait:

"Apakah Nyamuknya Jadi Bertambah Banyak?"

Nyamuk yang Dapat Menahan Virus DBD

Sosialisasi dengan Kata Tersembunyi