Garuk Sampah Untuk Bebas Demam Berdarah

EDP-Yogya - “Jika anda telat haid, hubungi no. 088XXXX”, demikian salah satu sampah visual yang menempel di salah satu tiang listrik di sekitaran parkir Ngabean Yogyakarta. Iklan tersebut, beserta ratusan iklan tempel dan baliho yang tidak pada lokasinya benar-benar menghilangkan keistimewaan Yogya sebagai Kota Wisata. Sore itu (21/12), sepuluh staff EDP Yogya dengan belasan anggota komunitas Jogja Garuk Sampah (JGS) membersihkan sampah, baik sampah biasa berupa puntung rokok hingga tanaman gulma, dan sampah visual yang tertempel liar di tiang listrik atau tembok-tembok biasa. Kumpulan sampah tersebut lalu dimasukkan ke dalam kantung plastik besar. Berbekal peralatan sederhana seperti scraper (pengikis), linggis, hingga semprotan air untuk mengatasi sampah visual, komunitas ini telaten menyusuri rute yang telah ditentukan sore itu.

Ket. gambar: Staf EDP-Yogya membersihkan tiang listrik dari sampah visual.

Dibentuk sejak 1 Januari 2014, Komunitas JGS bertujuan untuk menyadarkan warga agar membuang sampah di tempatnya agar dapat hidup sehat dan  terbebas dari penyakit salah satunya DBD. Bekti Maulana, koordinator JGS tak segan mengingatkan warga tentang ancaman DBD ketika beraksi. “Ya, kami juga sering mensosialisasikan hal itu (bahaya DBD) kepada warga apabila tidak berpola hidup yang sehat,” ujar Bekti.  

Membuang sampah itu hal yang tidak sulit, namun sayangnya tidak semua orang dapat membuang sampah di tempatnya. “Membuang sampah itu mudah, tapi apakah kita sudah membuangnya di tempat yang tepat?” imbuh pria yang aktif di kegiatan advokasi lingkungan ini. Saat ini banyak pula warga yang mengeluhkan banyaknya sampah visual maupun non visual yang bertebaran di KotaYogya, papar Bekti pada satu kesempatan lainnya.  

Kunjungan ke Gerakan JGS merupakan bagian dari kegiatan Wolly Mubeng Jogja (WMJ). WMJ adalah salah satu bentuk kampanye EDP-Yogya untuk lebih mendekatkan penelitian ke kelompok masyarakat. Tahun 2016 ini EDP-Yogya sudah melakukan 9 kali WMJ.  Staf EDP-Yogya, Yoyok, menyatakan bahwa meskipun nyamuk DBD lebih suka berada di tempat bersih, namun membersihkan sampah akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh manusia. “Jika kita terbiasa hidup bersih dan sehat, maka akan relatif lebih tahan penyakit, termasuk DBD”, tukasnya.

Artikel terkait:

Wolly Mubeng Jogja, Pendidikan Alam dari Pinggir Sungai Gajah Wong

Didik Nini Thowok bersedia Dititipi Ember Telur Nyamuk