Mencari Surga ala Relawan Tanggap Bencana

EDP Yogya – Jumat (17/02) petang, relawan-relawan tanggap bencana Community on Dial Emergency X (CODE-X) berkumpul di halaman Griya Sanyoto, Keparakan, Kota Yogyakarta. Para anggota komunitas tanggap bencana tersebut menerima kunjungan Eliminate Dengue Project Yogyakarta (EDP Yogya) dalam rangka Wolly Mubeng Jogja (WMJ). WMJ edisi Februari ini mengunjungi komunitas tanggap bencana yang didirikan saat terjadi bencana Merapi pada tahun 2010. “Huruf “X” pada CODE-X itu diambil dari angka 10 romawi yang dimaksud 2010,” buka Ketua CODE-X, Wasito Aji, di acara bulanan EDP Yogya tersebut.

Ketua CODE-X yang akrab disapa Dodit itu mengatakan timnya selalu siap 24 jam untuk menerima kabar bencana dari Handy Talky (HT) yang dimiliki oleh para relawan CODE-X. Staff EDP Yogya, Gito Haryanto, bertanya motivasi CODE-X yang  merelakan waktunya untuk membantu para korban bencana. “Kami ingin mencari surga,” jawab Dodit yang diikuti anggukan setuju relawan lainnya.

“Surga” yang ingin CODE-X cari dibuktikan dari salah satu upaya mereka yaitu untuk tidak pernah meminta peralatan penunjang kepada pemerintah daerah. Untuk membantu para korban bencana, CODE-X melakukan secara mandiri untuk alat-alat yang dibutuhkan. Mulai dari tali temali, pelindung kepala hingga gergaji mesin didapatkannya tanpa meminta kepada pihak terkait. Semua ini mereka lakukan karena berasal dari hati. “Semua ini kami lakukan dari hati,” timpal Topan, salah satu punggawa CODE-X. “Kami puas bila orang lain terbantu dari bantuan kami,” tambahnya.

Banyak cara untuk menuju Surga. Berbagai hal positif yang dilakukan baik EDP-Yogya dalam misinya untuk mengendalikan penyakit DBD maupun CODE-X untuk  meringankan beban para korban yang tertimpa bencana. CODE-X pun tak segan ingin membantu mengudarakan kabar penelitian metode Wolbachia ini melalui HT sehingga banyak warga dari penjuru Yogyakarta mengetahuinya. “Kami siap mensosialisasikan penelitian ini ke seluruh tim agar semakin banyak yang tahu tentang Wolbachia,” tutup Dodit di akhir acara WMJ.

 

Artikel terkait:

Garuk Sampah Untuk Bebas Demam Berdarah

Wolly Mubeng Jogja, Pendidikan Alam dari Pinggir Sungai Gajahwong