Kunjungi EDP Yogya, Melinda Gates: Teknologi Ini Akan Selamatkan Kehidupan

EDP Yogya - Iring-iringan beberapa mobil menembus jalan kecil di Kelurahan Kricak. Matahari tepat di atas kepala saat iring-iringan itu berhenti di Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) yang terletak di RT 2 RW 1 Kelurahan Kricak. Terlihat beberapa tokoh masyarakat telah bersiap menyambut kedatangan tamu siang itu. Camat Tegalrejo, Sutini Sri Lestari dan Lurah Kricak Agatha Ari Wulandari nampak di antara tokoh masyarakat lainnya.

Ket. gambar: Melinda Gates disambut Camat Tegalrejo, Lurah dan tokoh masyarakat Kelurahan Kricak

Pintu mobil terbuka, dua wanita nampak keluar dari dalam. Mereka adalah Melinda Gates dan Sue Desmond-Hellmann. Sutini dan Agatha mengalungkan kain batik sebagai ucapan selamat datang. Suasana hangat makin terlihat ketika mereka berdua duduk  lesehan di RTHP berhias mural tersebut.

Kunjungan dua orang penting di Bill and Melinda Gates Foundation (BMGF) di Kelurahan Kricak pada Selasa (21/3) ini bukan tanpa alasan. BMGF merupakan salah satu penyandang dana untuk proyek Eliminate Dengue yang dilaksanakan di beberapa negara seperti, Australia, Vietnam, Brazil, dan Colombia. Eliminate Dengue adalah penelitian pengendalian demam berdarah dengue (DBD) menggunakan bakteri Wolbachia. Eliminate Dengue Project in Yogyakarta (EDP Yogya) merupakan bagian dari penelitian ini di Indonesia. Yayasan Tahija menjadi satu-satunya penyandang dananya.

Kelurahan Kricak merupakan satu dari tujuh kelurahan yang terlibat dalam penelitian ini. Agustus 2016, EDP Yogya melakukan penitipan ember berisi telur nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia. Ahli serangga EDP Yogya, Warsito Tantowijoyo mengatakan bahwa pelepasan Wolbachia di Kelurahan Kricak berhasil. “Saat ini persentase nyamuk ber-Wolbachia di Kricak termasuk tinggi. Karenanya kami telah menghentikan penitipan ember di sana. Harapannya, persentasenya akan naik sendiri,” lanjut Warsito.

Melinda mengaku sangat antusias dalam kunjungan pendek ini. “Teknkologi ini akan menyelamatkan kehidupan,” tulis Melinda di akun sosial media terverifikasi miliknya. Ia menyempatkan diri mengunjungi salah satu rumah yang dititipi ember. Dengan penuh antusias, ia mendengar kesaksian Suradal, pemilik rumah tentang keterlibatannya dalam penelitian ini.

Kunjungan Melinda di Kricak merupakan satu dari rangkaian kunjungan singkatnya di Yogyakarta. Bersama Direktur EDP Global, Scott O’Neill, ia terlebih dahulu mengunjungi insektarium EDP Yogya yang terletak di bilangan perumahan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM). Melinda bahkan menyempatkan diri memberikan tangannya untuk nyamuk-nyamuk yang dipelihara di laboratorium pengembang biakan nyamuk ber-Wolbachia ini. Ia juga banyak belajar tentang cirri-ciri nyamuk dan bagaimana penelitian ini disiapkan sebelum diterapkan di wilayah penelitian.

Ket. gambar: Melinda Gates, Scott O'Neill dan Sue Desmond-Hellmann memberi makan nyamuk di insektarium EDP Yogya

Tak hanya di insektarium, Melinda juga mengunjungi laboratorium diagnostik yang terletak Gedung Radiopoetro Fakultas Kedokteran UGM. EDP Yogya beraktivitas di laboratorium ini untuk memeriksa kandungan Wolbachia dari sampel nyamuk yang diambil dari wilayah penelitian. Melinda menyempatkan diri bertemu dengan rektor UGM, Dwikorita karnawati dan Dekan Fakultas Kedokteran, Ova Emilia. Menutup kunjungannya, Melinda menyempatkan diri berfoto bersama seluruh staf EDP Yogya di salah satu lobi gedung yang terletak di Fakultas Kedokteran UGM. Hujan deras yang mengiringi sesi foto membuatnya terkagum. "Di sana (Seattle, Amerika Serikat) tidak pernah ada hujan seperti di sini," pungkasnya.