Tak Hanya di Rumah Warga, EDP Yogya Menitipkan Ember di Hotel

EDP Yogya - Geliat kesibukan warga sudah nampak di Jalan Malioboro. Tak jauh dari jalan terramai di Jogja ini terletak kantor Kelurahan Sosromenduran. Senin (17/4) merupakan hari pertama peletakan ember berisi telur nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di kelurahan ini oleh Eliminate Dengue Project (EDP) Yogya.

Lurah Sosromenduran, Ertiana Erna Hendrayani menyempatkan diri meletakkan ember secara simbolis di halaman kantor kelurahan. Ia menyampaikan bahwa warganya menyambut baik penelitian ini. “Sosialisasi berjalan lancar, tidak ada penolakan dari warga,” ungkap lurah yang baru empat bulan menjabat di Sosromenduran ini. Menurutnya jika ada penolakan pasti sudah disampaikan melalui wadah media sosial yang dia buat untuk menampung aspirasi warga.

Ket. gambar: Lurah Sosromenduran meletakkan ember berisi telur nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di halaman kantor (17/4).

Kelurahan Sosromenduran bukan satu-satunya kelurahan yang dititipi ember. Bersama Kelurahan Pringgokusuman dan Ngampilan, ia tergabung di Klaster 6. EDP Yogya akan menitipkan ember di 12 klaster di Kota Yogyakarta. Akhir Januari lalu 12 klaster ini ditentukan dari 24 klaster yang ada melalui proses pengacakan terbuka.

Menjelang siang, matahari bersinar sangat terik. Staf lapangan EDP yogya berjalan menyusuri wilayah yang didominasi hotel dan penginapan ini. “Kebanyakan di sini hotel dan homestay,” tutur Tilka Hujjatuna, staf lapangan EDP Yogya yang bertugas menitipkan ember bersama dua rekannya, Sularto dan Kiswanto. Kunjungannya di Kelurahan Sosromenduran siang itu bukan kali pertama. Sebelumnya ia mendatangi calon responden terpilih untuk menanyakan kesediannya berpartisipasi menjadi orang tua asuh telur nyamuk.

Ket. gambar: Staf EDP Yogya Mengunjungi sebuah hotel untuk menitipkan ember berisi telur nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia

Peletakan perdana di suatu wilayah selalu memakan waktu lama. “masih menghapalkan rute,” terang Kiswanto sembari beristirahat di sebuah kedai tradisional khas Jogja. Hingga tengah hari timnya baru selesai menitipkan 21 dari 60 ember yang akan ia titipkan hari itu. Namun ia menambahkan bahwa di kunjungan-kunjungan berikutnya relatif lebih singkat karena telah mengetahui rute tercepat.

EDP Yogya akan terus menitipkan berisi telur nyamuk sakti ini sambil senantiasa memantau persentase nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di wilayah setempat. Penitipan ember akan dihentikan jika persentase nyamuk telah mencapai ambang batas tertentu yang memungkinkan nyamuk akan berkembang sendiri. EDP Yogya berkomitmen menjalankan penelitian untuk membuktikan efektivitas metode Wolbachia dalam mengendalikan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Yogyakarta.