EDP Yogya Sengaja Melubangi Ember Untuk Jalan Keluar Nyamuk

EDP Yogya – Hujan yang turun sore itu menyisakan genangan air di jalan. Temaram lampu di sisi belakang insektarium terpantul darinya. Jika di siang hari sisi ini berfungsi sebagai dapur, malam itu Wuriyatno –staf EDP-Yogya, menjadikannya sebagai tempat kerja utama untuk melubangi ember.

Pria murah senyum ini akrab disapa Yanto. Bersama tiga rekannya, Budi Mulyono, Winoto, dan Agus Subandiyo, ia melaksanakan tugas yang terlihat sepele namun sangat menentukan. “Kalau tidak dilubangi, nyamuknya tidak bisa keluar,” jelas Yanto. Ia menjelaskan terdapat 4 ribu ember yang harus ia lubangi bersama rekannya. Tugas itu ia selesaikan tak lebih dari dua bulan. Keseluruhan terdapat sekitar 8.000 an ember yang telah ia lubangi. Ember-ember ini yang kelak dititipkan di rumah-rumah warga terpilih untuk  diisi telur nyamuk ber-Wolbachia dan pakannya.

Udara dingin yang masuk ke ruang semi terbuka itu tak terasa karena di tengah mereka ada kompor gas yang menyala. “Sekalian bisa buat bikin kopi,” canda Agus Subandiyo. Pria yang mahir bermain futsal ini menjelaskan ada tiga tahap yang dilakukan untuk membuat delapan lubang berdiameter satu centimeter ini di tiap ember.

Ket. gambar: Staf EDP Yogya melubangi ember menggunakan besi yang dipanaskan

Pertama, membuat delapan titik dengan jarak yang sama antar titik. Kemudian titik-titik tersebut dilubangi menggunakan besi yang telah dipanaskan. “Ya ini fungsi utamanya kompor ini,” jelas Agus Subandiyo sambil menyruput kopi yang telah ia buat. Adapun langkah terakhir adalah merapikan lubang dari lelehan plastik yang terkena panas.

Di tempat terpisah, Budi Arianto menjelaskan bahwa EDP Yogya tidak serta merta melubangi ember sebagai jalan keluar nyamuk. Pria yang sehari-hari bertugas memastikan ketersediaan telur nyamuk yang akan dilepaskan di Kota Yogyakarta ini melakukan riset yang cukup panjang sebelumnya. “Kira-kira setengah tahun lah totalnya,” jelas Budi. Ia mengatakan bahwa di Australia pernah dilakukan pelepasan menggunakan ember yang sejenis, namun ketika diterapkan di Yogyakarta tidak terlalu efektif. Ember yang EDP Yogya gunakan saat ini memungkinkan nyamuk mudah keluar dari dalam namun nyamuk dari luar tidak bisa masuk ke dalam untuk bertelur.

Menilik fungsi lubang di ember EDP Yogya yang dititipkan di rumah-rumah warga di Kota Yogyakarta ini, maka peran Yanto dan rekan-rekannya tidak bisa dipandang sebelah mata. Keuletan mereka menyelesaikan tugas turut mensukseskan pelepasan Wolbachia tahap kedua yang telah dimulai sejak Maret 2017 ini.