EDP Yogya hadir di Panggung Tedx Jakarta: Niyata 2017

EDP-Yogya – “Nyamuk adalah hewan paling mematikan di bumi, bukan macan, singa atau lainnya”, buka Prof Adi Utarini, Peneliti Utama Eliminate Dengue Project (EDP-Yogya), Sabtu (10/06) di hadapan  500 undangan acara Tedx ke-12 Jakarta yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta. Delapan orang pembicara bergantian berbagi semangat gagasan dari bidang seni, sosial dan sains.

Selama 20 menit, Prof Adi memaparkan tujuan, cara kerja serta hasil terkini penelitian. Penampilan makin menarik berkat dukungan teknologi visual dan alat peraga yang menjadi ciri khas penampil Tedx. Antusiasme penonton jelas terlihat ketika paparan disajikan. DBD adalah salah satu penyakit yang tidak pandang bulu, bisa menyerang siapa saja, termasuk usia, jenis kelamin dan kelompok sosial ekonomi dari berbagai kalangan.

Tedx adalah program acara lokal yang diselenggarakan untiuk mengajak orang berbagi pengalaman seperti TED. Pada acara TEDx, video dan speaker TEDTalks digabungkan pada diskusi mendalam. Tahun ini mengambil tema “Niyata”  Tema Niyata berasal dari akar kata Sansekerta untuk bahasa Indonesia “nyata” yang berarti menjadi nyata, berbeda, atau benar.

Pada kesempatan ini, EDP-Yogya juga membuka booth pameran di lokasi yang berisi alat-alat peraga serta informasi mengenai penelitian untuk berinteraksi langsung dengan pengunjung.

Baca juga: Manfaatkan Peluang, EDP Yogya Hadir di PMPS

Acara yang disponsori oleh BEKRAF ini diselenggarakan secara independen oleh komunitas relawan dengan lisensi  TED dan bertujuan untuk menjadi lab pengetahuan revolusioner sebagai pembelajaran lintas wilayah agar bisa terjadi dengan bebas. Lebih dari seribu orang mengajukan diri untuk berpartisipasi sebagai peserta di TEDxJakarta: Niyata. Undangan diberikan secara gratis kepada beragam kelompok penonton.

Selain penelitian nyamuk ber-Wolbachia, “speaker” lain yang berbagi adalah Mirza Kusrini – Dosen, peneliti & advokat untuk Konservasi Amfibi dan Reptil, Anindya Krisna – Balerina di a Manila Dancing Company dan seorang pendidik di Jakarta, Firly Savitri – Pendiri IMI, Ilmuwan Muda Indonesia (Young Indonesian Scientists), Intan Suci Nurhati – Ilmuwan Iklim, ahli kelautan, dan penyelam laut dalam, Dian Ara – perancang game Angkot The Game, Faye Hasian Simanjuntak – Aktivis Child Trafficking dan Co-Founder Rumah Faye dan Bunda Iffet – Manajer grup band Slank.