Warga Suryatmajan sumbang tembok untuk EDP Yogya

EDP-Yogya. Tembok berwarna pelangi sepanjang 20 meter yang terletak di sebuah gang selebar 1,5 meter di sebelah timur Jalan Mataram, siap menjadi kanvas mural pesan kesehatan. Meskipun sempit, gang yang terletak tepat di samping toko kaset/CD tersebut ramai dilalu- lalangi penduduk sekitar. Gang tersebut juga menjadi salah satu akses untuk menuju Ruang Terbuka Hijau (RTH) RW 4,5,6  Kampung Suryatmajan, Kecamatan Danurejan.

RTH menjadi ruang bagi warga untuk melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan. Di RTH seukuran lapangan badminton tersebut juga terdapat  tembok untuk mural. Total terdapat 30 meter tembok yang disumbangkan warga untuk menjadi “tembok bercerita” mengenai demam berdarah dengue, dari penyebab hingga cara pencegahan.

Lukisan pada bidang datar permanen menjadi salah satu media kampanye EDP-Yogya. “Mural dipilih mengingat bisa menjadi media penyampai pesan yang efektif, berdaya tahan lama, menambah keindahan kampung dan terdapat unsur kolaborasi masyarakat”, papar Equatori staf bidang Media dan Komunikasi EDP-Yogya. Masyarakat menyumbang tenaga pelukis, tembok, cat dan juga konsumsi. Terdapat tujuh tim pelukis mural masing-masing terdiri dari tiga orang warga yang dilatih untuk berkreasi di dinding kampung oleh Aditya Arya Wibowo—seniman mural Yogya. 

Sebelum tembok dibubuhi cat, diadakan workshop sehari untuk mendiskusikan tema lukisan dan cara pengerjaan. Workshop diadakan pada hari Minggu (11/06) yang dihadiri oleh unsur perwakilan masyarakat, seniman mural dan EDP-Yogya. Untuk pengerjaan dimulai sehari setelahnya dan diharapkan selesai setelah lebaran. “Karena wilayah Suryatmajan dilepasi nyamuk ber-Wolbachia, maka akan ada pembuatan mural EDP di wilayah RW 7. Harapanya melalui mural tidak hanya memperindah, tapi kalau warga melewati bisa menangkap pesan tentang EDP,” terang Suparyanto, Ketua LPMK Suryatmajan.

Sebelumnya, tembok tembok di kampung Suryatmajan juga pernah digunakan untuk mural, namun sudah pudar. Warga kemudian berinisiatif untuk memberi warna pelangi sebagai dasar kanvas. Gayung bersambut,di saat yang sama EDP-Yogya juga tengah mengembangkan mural sebagai media penyampai pesan penelitian dan kesehatan.

Kampung Suryatmajan sendiri menjadi kampung kedua dari proyek “Mural Kelurahan” EDP-Yogya. Kampung pertama yang sudah memiliki mural kesehatan adalah Kricak, Kecamatan Tegalrejo. Di Kricak, mural kolaborasi warga dan EDP-Yogya tidak hanya berisikan pesan kesehatan, namun juga kebhinekaan.

Sebagai Kota budaya, mural memperjelas identitas kota. Di Yogya juga terdapat forum-forum pelukis mural yang biasa berkarya di ruang-ruang publik populer seperti jembatan layang, jembatan kewek dan juga tembok stadion Kridosono. Di tengah kepungan billboard, masih terdapat ruang ruang seni untuk mendukung arsitektur kota melalui mural. EDP Yogya mencoba mengambil peran didalamnya.