Warga Jomblangan Ajak EDP Yogya Meriahkan HUT RI ke-72

EDP Yogya – Kostum warna-warni nampak dikenakan warga yang berbaris rapi di lapangan Dusun Jomblangan, Bantul, Minggu (23/7) pagi. Suara musik lagu perjuangan terdengar mengiringi beberapa perwakilan regu yang mendaftarkan ulang regunya untuk mengikuti lomba gerak jalan memperingati HUT RI ke-72 yang diadakan oleh warga Dusun Jomblangan. “Ini adalah pembuka rangkaian perlombaan yang akan berakhir 27 Agustus nanti,” jelas Sarnen Wibowo, Ketua RT 06 sekaligus Ketua Panitia Peringatan HUT RI Dusun Jomblangan tahun ini.

Baca juga: Pesta Kemerdekaan Menuju Sehat

Sejak 2011 EDP Yogya melakukan penelitian di wilayah ini. Kedekatan dengan warga dusun yang terletak di timur jalan lingkar timur Yogyakarta ini makin tebal. “Sengaja kami meminta EDP Yogya untuk menjadi juri karena kan sudah menguasai wilayah dan akrab dengan warga,” ungkap Sigit Danang Herjuna, Kepala Dusun Jomblangan yang baru dua bulan menduduki jabatan ini. Menurutnya, warga percaya EDP Yogya akan bertindak netral dan menjaga kepercayaan warga.

Ket. gambar: Staf EDP Yogya menjadi juri lomba Gerak Jalan memperingati HUT RI ke_72 di Dusun Jomblangan

Seiring pelepasan nyamuk Wolbachia di Kota Yogyakarta pada Agustus 2016 lalu, intensitas kegiatan di Dusun Jomblangan, Bantul berkurang. Pemantauan untuk mengetahui persentase Wolbachia yang dulu dilakukan seminggu sekali kini dilakukan tiap enam bulan.

Selain pemantauan populasi nyamuk, EDP-Yogya masih aktif melakukan pemantauan demam. “Kami masih rutin melakukan pemantauan demam,”ungkap Muh. Tamaji, staf EDP Yogya yang tiap hari berkeliling wilayah Dusun Jomblangan untuk memantau kasus demam. Pria yang pagi itu mewakili EDP Yogya sebagai juri mengungkapkan keterlibatan warga Dusun Jomblangan dalam penelitian EDP Yogya sangat tinggi. Kesaksian itu ia dapatkan tiap berkeliling wilayah. “Warga sangat senang karena menurut mereka kasus DBD menurun drastis. Bahkan selama tahu 2017 ini tidak ada kasus sama sekali, meskipun hal itu masih harus kami buktikan secara ilmiah” jelas Aji.

Baca juga: Melayani dengan Hati

Kemeriahan suasana pagi itu menunjukkan bahwa kepercayaan merupakan salah satu kunci agar masyarakat terlibat dalam penelitian. Kepercayaan hanya terbangun melalui interaksi terus menerus dan diwujudkan dalam bentuk aksi bersama warga. Salah satunya melalui peringatan kemerdekaan Indonesia kali ini.