Kurangi Penggunaan Kertas, EDP Yogya Gunakan Aplikasi Digital untuk Studi Epidemiologi

EDP Yogya – Jumlah kertas yang digunakan bisa sangat dihemat dengan digunakannya model pengambilan data digital dalam studi dampak Wolbachia yang dilakukan oleh EDP Yogya. Selain lebih ramah lingkungan, aplikasi digital pada sebuah studi juga meningkatkan akurasi data serta memperpendek proses pengolahan data. Untuk itu, EDP Yogya beralih dari model pengambilan data konvensional berbasis kertas ke model digital berbasis teknologi aplikasi.

Memasuki tahap ketiga penelitian, EDP Yogya melakukan studi dampak Wolbachia atau yang disebut juga dengan studi epidemiologi di seluruh wilayah Kota Yogyakarta. Studi ini bertujuan untuk membandingkan angka kasus demam berdarah dengue (DBD) antara wilayah yang dilepasi nyamuk ber-Wolbachia dengan wilayah yang tidak dilepasi. Bekerjasama dengan Puskesmas se-Kota Yogyakarta, EDP Yogya akan mengumpulkan data dari pasien yang teridentifikasi terjangkit DBD.

Baca juga: EDP Yogya Terbuka, Warga Saksikan Pengacakan Wilayah

Lazimnya proses pengumpulan data dilakukan menggunakan kertas (paper based). Namun pada studi dampak kali ini, EDP-Yogya menggunakan aplikasi berbasis web. Menurut M. Ridwan Ansari, Koordinator Lapangan Studi Dampak EDP Yogya, metode pengumpulan data berbasis kertas memiliki kelemahan, seperti adanya kemungkinan manipulasi data,  data hilang hingga data tidak terlacak kembali. “Agar keterbatasan tersebut terhindarkan, maka kami beralih ke aplikasi digitaljelas Ridwan.

Ket. gambar: Staf EDP Yogya melakukan wawancara dengan responden menggunakan aplikasi berbasis web

Untuk itu, EDP Yogya menyusun satu aplikasi berbasis digital sebagai sarana pengumpulan data dengan bantuan dari EDP Global. Prosesnya dimulai dengan mencari tahu alur kerja tim Surveillan EDP Yogya, pelaksana studi dampak Wolbachia ini, pada Senin (10/7). Berikutnya tim EDP Yogya mengunjungi Puskesmas Mantrijeron untuk melihat langsung proses yang dilalui pasien DBD dari mulai mendaftar hingga sample darahnya dapat dibawa ke laboratorium EDP Yogya untuk diteliti lebih lanjut.

Bayu Satria W, staf Surveilans EDP Yogya yang terlibat dalam pembuatan aplikasi ini menyatakan bahwa aplikasi ini juga memotong banyak jalur dari proses pengumpulan data. “Aplikasi ini dibuat untuk mempermudah dan mempercepat proses pengumpulan data. Dengan aplikasi ini, tidak diperlukan lagi pemindahan dari kertas kuisoner ke dalam database tapi dari aplikasi langsung masuk ke database,” jelas Bayu. Melalui upaya ini EDP Yogya juga bertekad menjalankan penelitian dengan efisien, meminimalkan kesalahan dan tetap ramah lingkungan.