Geliat Pemerti Code dan Sekolah Sungai

EDP Yogya – Suara kendaraan yang lalu lalang melintasi Jembatan Sardjito terdengar berbeda dari bawah jembatan. Gemanya memantul pada dinding kokoh jembatan berhias mural. Di bawah jembatan yang melintasi Sungai Code di Kelurahan Cokrodiningratan ini terdapat ruang terbuka yang asri. Jika melongok ke bawah dari sisi utara jembatan akan langsung nampak sangkar burung raksasa yang dihuni beberapa jenis burung lokal. “Meski tidak mirip habitat alaminya, tapi kami buat lebih besar agar burungnya betah,” jelas Totok Pratopo, Ketua Komunitas Pemerti Code yang menyambut kunjungan EDP Yogya pada Kamis (3/8) sore.

Bukan tanpa alasan, EDP Yogya mengunjungi Komunitas Pemerti Code pada kunjungan Wolly Mubeng Jogja (WMJ),  Agustus lalu. Meski baru resmi didirikan pada tahun 2008, namun cikal bakal berdirinya telah dirintis oleh Romo Mangun sejak tahun 1982. Komunitas ini menjadi salah satu komunitas peduli sungai yang sangat getol dengan isu kebersihan Sungai Code.  Tak heran, banyak pihak yang mengunjunginya untuk belajar tentang tata kelola sungai agar senantiasa bersih dan layak huni bagi warga yang bermukim di bantarannya. “Dari sinilah muncul istilah sekolah sungai,” jelas Totok yang pernah ditawari pihak Kraton Jogja menjadi abdi dalem sebagai juru kunci sungai.

Untuk merasakan langsung aktivitas kelompok, Totok dan pengurus Komunitas Pemerti Code lainnya mengajak staf EDP Yogya turun langsung ke sungai untuk membersihkan sampah sungai. Sungai pun menjadi bersih, elok dipandang dari ruang terbuka yang dibangun di bantarannya. Kegiatan bersih sungai ini rutin diadakan oleh komunitas beserta warga sekitar dua pekan sekali.

Di penghujung kunjungan, Totok mengungkapkan bahwa dirinya belum melirik aspek kesehatan dalam mengelola komunitasnya. Ia berharap kunjungan EDP Yogya menjadi awal kerja sama berikutnya. “Kami sering kedatangan tamu. Nanti akan saya undang EDP Yogya untuk menjelaskan tentang Wolbachia dan DBD,” pinta Totok. Dedik Helmy Yusdiana, Koordinator Penyertaan Masyarakat EDP Yogya yang turut dalam kunjungan sigap menyanggupinya. “Siap, pak. Panggil saja kami, tidak dipungut biaya,” jawab Yusdi sambil bercanda.

Saat hari beranjak gelap, staf EDP Yogya pun beranjak. Sambil menenteng kantong sampah ke pinggir jalan raya, staf EDP Yogya meninggalkan tempat, membawa ilmu berharga langsung dari pelakunya.

Video kegiatan ini dapat dilihat di sini