Wolly Turut Meriahkan HUT Kota Yogyakarta di Garebek Pasar

EDP Yogya – Puluhan gunungan berbahan aneka komoditi pasar tradisional berderet sepanjang Jl. Pabringan, tepat sebelah selatan Pasar Beringharjo. Gunungan-gunungan tersebut dibuat oleh komunitas pedagang pasar tradisional se-Kota Yogyakarta. Tiap komunitas menampilkan komoditas khas di pasarnya sebagai bahan utama gunungan. Sebut saja Pasar Telo yang menampilkan gunungan berbahan dasar singkong yang merupakan komoditi utama yang dijual di sana. Nuansa lain ditampilkan oleh Pasar Satwa dan Tanaman Yogyakarta (PASTY) yang membuat gunungan berbahan utama tanaman hias.

Ket. gambar: Salah satu komunitas mengarak gunungan dalam kirab Garebek Pasar

Tak kurang dari 32 komunitas pedagang pasar tradisional se-Kota Yogyakarta berpartisipasi dalam Garebek Pasar pada Kamis (5/10) siang. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian acara memperingati hari ulang tahun (HUT) Kota Yogyakarta ke-261. Wolly yang telah terbiasa terlibat dalam acara-acara serupa tak canggung melintas di antara deretan gunungan. Mengenakan kostum dominan hijau lengkap dengan sayap dan helm nyamuk, tiga maskot EDP Yogya itu mengendarai tiga sepeda. Beberapa peserta nampak penasaran melihat Wolly. Rasa penasaran itu terjawab ketika membaca banner yang ditarik dua sepeda. “Dirgahayu ke-261 Kota Yogya” “Menuju Kota Yogya Bebas Demam Berdarah Dengue”. Tak ketinggalan logo resmi HUT Kota Yogya berbentuk gunungan bertulis “Bersama Membangun Jogja” semakin memperjelas pesan bahwa Wolly turut memeriahkan HUT Kota Yogya.

Panas yang seketika berubah mendung tak menyurutkan peserta Garebek Pasar. Mereka tak hanya membawa gunungan, namun juga menyuguhkan penampilan yang berbeda-beda. Kesenian tari Jathilan, bregodo, dan Jemparingan hanya sebagian kecil darinya. Semua dipertunjukkan sepanjang kirab yang menempuh Jl. Margo Mulyo, Jl. KH Ahmad Dahlan, Jl. Nyi Ahmad Dahlan, Jl. Ngasem dan berakhir di Plaza Ngasem. Panggung kehormatan didirikan di depan Plaza Ngasem, tempat Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta menyaksikan kirab, menikmati penampilan peserta dan menilainya. “Semua tertib, jangan berdesak-desakan,” pesan Haryadi Suyuti, Walikota Yogyakarta, saat menyaksikan gunungan dirayah (perebutkan) di hadapannya.

Ket. gambar: Salah satu komunitas yang berpartisipasi dalam Garebek Pasar

Komunitas pasar tradisional tak asing bagi EDP Yogya. Beberapa ember berisi telur nyamuk Aedes aegypti ber-wolbachia dititipkan di beberapa pasar tersebut. Salah satunya ember yang dititipkan oleh Ismail Hidayat, staf lapangan EDP Yogya, di Pasar Demangan. “Alhamdulillaah, embernya aman. Pedagang di sana kooperatif,” jelas Ismail. Dukungan yang mereka berikan turut menyumbang upaya membebaskan Yogyakarta dari DBD.

Baca juga:

Wolly Membaur di Kirab Budaya Kricak Lor Negoro

Manfaatkan Peluang, EDP-Yogya Hadir di PMPS