19 Puskesmas di Yogya dan Bantul Siap Sukseskan ‘AWED’

EDP Yogya – Memasuki fase ketiga penelitian, EDP Yogya tengah bersiap melaksanakan uji Aplikasi Wolbachia dalam Eliminasi Dengue (AWED). “Sesuai namanya, semoga metode ini dapat berhasil dan awet,” jelas dr. Citra Indriani, Epidemiologis EDP Yogya saat menyampaikan sosialisasi di hadapan seluruh karyawan Puskesmas Umbulharjo 1 Rabu (4/10) siang. Lebih lanjut ia menyampaikan studi yang akan dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui dampak pelepasan Wolbachia berskala luas dalam menurunkan kasus Dengue di Kota Yogyakarta. Caranya adalah dengan merekrut pasien demam yang berobat di setiap Puskesmas di Kota Yogyakarta dan satu Puskesmas di Bantul menjadi responden kemudian mendata domisili, riwayat mobilitas dan mengambil sampel darahnya untuk diperiksa di laboratorium.

Citra mengatakan melalui sosialisasi yang dilaksanakan, pihaknya ingin mengetahui alur pelayanan yang berlaku di setiap Puskesmas. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan SOP yang akan ia berlakukan pada saat rekruitmen pasien yang akan menjadi responden dalam studi tersebut. “Bagaimana proses penyaringan pasien dan persetujuan partisipasi akan disesuaikan dengan alur pelayanan di Puskesmas setempat,” jelas dr. Citra.

Ket. gambar: dr. Citra Indriani menyampaikan sosialisasi di hadapan seluruh staf Puskesmas Umbulharjo 1

Wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo 1 merupakan wilayah yang endemis demam berdarah dengue (DBD). dr. Dadan Andriyanto, Kepala Puskesmas Umbulharjo 1 mengatakannya saat sosialisasi yang diikuti lebih dari 50 stafnya. “Terutama Sorosutan, Hingga Agustus tahun ini sudah ada 24 kasus. Semoga Sorosutan menjadi salah satu wilayah yang dilepasi Wolbachia,” terang Dadan. Ia berharap metode Wolbachia dapat berperan besar dalam pengendalian vektor DBD.

Puskesmas Umbulharjo 1 merupakan Puskesmas ketiga yang disinggahi EDP Yogya untuk sosialisasi AWED. M. Ridwan Anshari, Koordinator Lapangan Studi Dampak EDP Yogya mengatakan bahwa pihaknya akan mengadakan sosialisasi di 18 Puskesmas di Kota Yogyakarta dan satu Puskesmas di Kabupaten Bantul. “Seluruhnya sudah menyatakan kesanggupannya untuk berpartisipasi dalam studi ini melalui MoU yang kami tandatangani dengan Dinas Kesehatan masing-masing wilayah,” papar Ridwan. Ia menyebutkan bahwa studi ini melibatkan 20 perawat yang ia sebar di seluruh Puskesmas. Keduapuluh perawat tersebut akan bertanggung jawab dalam proses rekrutmen pasien di puskesmas,  sehingga harapannya tidak mengganggu beban pelayanan di puskesmas.

Ridwan mengatakan pihaknya juga bekerja sama dengan Pitpaganda dalam studi ini. “Jadi nanti armada Pitpaganda dengan Wolly nya akan stand by di depan Puskesmas ketika pasien sedang padat,” ungkap Ridwan. Ia berharap pasien yang telah melihat Wolly di depan akan langsung tertarik dan bersedia menjadi responden penelitian untuk menguji dampak Wolbachia bagi penurunan kasus dengue ini.

Baca juga:

Kurangi Penggunaan Kertas, EDP Yogya Gunakan Aplikasi Digital untuk Studi Epidemiologi

Ember-Wolbachia Tidak Masuk Hitungan Angka Bebas Jentik