Dinkes Kota Yogya: Semoga Jentik yang Lolos Tidak Mengandung Dengue

EDP Yogya - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta berharap jentik yang ditemukan saat Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) tidak mengandung virus Dengue. Harapan tersebut disampaikan oleh dr. Endang Sri Rahayu, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta pada talkshow kewaspadaan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Radio Sonora, Senin (23/10) pagi. dr. Endang menyampaikan harapan tersebut ketika ditanya sikap Dinkes Kota Yogyakarta terkait penelitian EDP Yogya.

“Selama ini Angka Bebas Jentik (ABJ) tidak pernah sampai 95 persen. Kami berharap jentik yang masih ada itu tidak mengandung virus (Dengue),” jelas dr. Endang. Menurutnya penelitian EDP Yogya tidak berseberangan dengan program pengendalian DBD yang selama ini digalakkan. Ia berharap ABJ yang selama ini di bawah standar dapat tertutupi dengan metode Wolbachia yang sedang diteliti oleh EDP Yogya. Lebih lanjut ia menyampaikan beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya ABJ seperti banyaknya rumah kos di Yogya yang sulit dipantau dan rumah-rumah yang tidak dihuni pemiliknya.

Ket. gambar: dr. Endang Sri Rahayu dan dr. Citra Indriani menjadi narasumber dalam talkshow kewaspadaan DBD di Radio Sonora.

Terkait kasus DBD di Kota Yogyakarta, dr. Endang menyampaikan penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2016. Meski demikian, ia menghimbau warga untuk tidak mengendurkan kewaspadaan karena memasuki musim hujan biasanya populasi nyamuk akan bertambah. Menyikapi hal tersebut, dr. Citra Indriani, Koordinator Surveilans EDP Yogya mengajak masyarakat untuk segera ke Puskesmas jika mengalami demam 1-2 hari. “Seluruh Puskesmas di Kota Yogyakarta telah dilengkapi alat deteksi dini DBD,” jelas dr. Citra yang mewakili EDP Yogya pada talkshow pagi itu.

Pada talkshow tersebut, dr. Citra menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Yogyakarta yang mendukung penelitian EDP Yogya dengan bersedia menjadi orang tua asuh ember nyamuk ber-Wolbachia. EDP Yogya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengadakan talkshow kewaspadaan DBD untuk mengantisipasi lonjakan kasus yang acap terjadi tiap memasuki musim hujan. Upaya ini melengkapi penelitian yang bermuara pada terwujudnya masyarakat Kota Yogyakarta yang bebas DBD.