Update Kasus DBD, Puskesmas Banguntapan 3 Libatkan EDP Yogya

EDP Yogya - Pada Kamis (15/2) siang, EDP Yogya memenuhi permintaan dari Puskesmas Banguntapan 3 Bantul menjadi narasumber pada acara bertajuk “Pembinaan UKS (Unit Kesehatan Sekolah-Red) dalam Upaya Penanggulangan DBD”. Acara yang diadakan di Rumah Makan Bale Citra Waris ini diikuti oleh pengurus sekolah di wilayah Banguntapan 3. Selain itu, Puskesmas Banguntapan 3 juga melibatkan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pendidikan Dasar, KUA dan aparat kecamatan setempat. EDP Yogya diundang untuk menyampaikan sosialisasi dan perkembangan penelitian yang dilakukan.

Sanitarian Puskesmas Banguntapan 3, Siti Nur Khoiriyah, menganggap penelitian EDP Yogya sebagai pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) yang alami. “Kalau EDP ini kan dampaknya (terhadap lingkungan) rendah,” ujar Siti pada sambutannya di hadapan kurang lebih 20 peserta undangan. Ia berharap kasus DBD tidak selalu disikapi dengan melakukan fogging karena mempunyai dampak negatif bagi lingkungan. Lebih lanjut ia mengungkapkan harapannya, penelitian EDP Yogya yang telah sukses dilakukan di Dusun Jomblangan Kabupaten Bantul dilakukan pula di tempat-tempat lain.

Ket. gambar: Siti Nur Khoiriyah memberikan sambutan pada acara bertajuk “Pembinaan UKS dalam Upaya Penanggulangan DBD”.

Salah seorang staf EDP Yogya yang hadir, Bayu Satria Wiratama, turut menyampaikan sosialisasi dan perkembangan penelitian yang sudah selesai menitipkan ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia di Kota Yogyakarta. Ia mengatakan bahwa penitipan ember di Kota Yogyakarta dapat terlaksana salah satunya berkat keberhasilan penitipan ember di Dusun Jomblangan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut mensukseskan penitipan di Jomblangan, termasuk Puskesmas Banguntapan 3,” ucap Bayu. Di tengah penjelasannya, Ia memutar film tentang proses memasukkan bakteri Wolbachia ke telur nyamuk. Ia juga membawa serta nyamuk dan telurnya, serta beberapa alat yang digunakan dalam penelitian.

Beberapa peserta langsung mengajukan pertanyaan di akhir penjelasan. Hal tersebut wajar mengingat latar belakang peserta yang sebagian besar belum terpapar informasi tentang penelitian EDP Yogya. Padahal, wilayah kerja mereka (di sekolah, KUA dan Kecamatan) strategis untuk menyebarluaskan pesan tentang kesehatan. Melalui forum ini, Puskesmas Banguntapan 3 ingin memperkaya wawasan peserta terutama dalam hal pengendalian DBD yang lebih alami menggunakan bakteri Wolbachia.