Dinkes Yogya: Penelitian EDP Yogya Tak Halangi Program Pemerintah

EDP Yogya - Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, dr. Endang Sri Rahayu menyampaikan bahwa penelitian EDP Yogya tidak menghalangi program pemerintah terkait pengendalian demam berdarah dengue (DBD). “Ember-ember telur yang dititipkan sudah ditarik semua,” ucap dr. Endang saat menyampaikan sosialisasi Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik pada Gebyar Bebas Demam Berdarah yang diadakan oleh Puskesmas Mergangsan Jumat (4/5) pagi.

Acara yang pertama kali diadakan di Kota Yogyakarta ini melibatkan kader jumantik dari Kelurahan Keparakan, Brontokusuman dan Wirogunan. Hadir pula perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan seluruh unsur Muspika Kecamatan Mergangsan. Kepala Puskesmas Mergangsan, dr. Abdul Latief menyampaikan bahwa terjadi penurunan kasus DBD yang signifikan pada tahun 2018. Tahun sebelumnya terdapat 32 kasus se-Kecamatan Mergangsan. “Bahkan di Kelurahan Keparakan tahun ini nol kasus,” ucap dr. Abdul Latief diiringi tepuk tangan seluruh undangan.

Ket. gambar: Kader Jumantik, Kepala puskesmas Mergangsan, Camat Mergangsan dan Staf Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menunjukkan community deal yang ditandatangani terkait Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik.

Hal senada disampaikan pula oleh dr. Endang. Ia menyampaikan kasus DBD tertinggi di Kota Yogyakarta terjadi pada tahun 2016 mencapai hingga 1.705 kasus. Penurunan kasus yang terjadi pada tahun ini, menurut dr. Endang, belum bisa dikatakan berkat penelitian EDP Yogya dengan nyamuk ber-Wolbachia-nya. “EDP Yogya ini kan masih penelitian. Kita nantikan hasilnya,” jelas dr. Endang sambil mengajak undangan untuk tetap menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Ia menjelaskan bahwa Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik merupakan kegiatan yang berbasis rumahan namun mengedepankan pengawasan berlapis di atasnya meliputi tingkat RT, RW, Kelurahan hingga Puskesmas.

Maskot Wolly dilibatkan untuk meramaikan acara yang digelar di halaman Puskesmas Mergangsan ini. Banner berisi peta wilayah penelitian EDP Yogya yang dibawa Wolly turut dipajang di samping papan selfie yang telah disiapkan panitia. Keduanya cukup menarik perhatian undangan yang hadir. Sesaat setelah acara dibuka, dilaksanakan kegiatan PSN di 3 RT di sekitar Puskesmas yang diikuti oleh warga dan beberapa staf EDP Yogya. Dari PSN yang dilaksanakan, terbukti beberapa rumah masih positif terdapat jentik yang semakin membuktikan pentingnya PSN.


Baca juga:

Wolly Sahabat Anak

Wolly Membaur di Kirab Budaya Kricak Lor Negoro